Ilustrasi Oleh Luthfi Mahendra P.
MBG atau Makanan Bergizi Gratis program nasional yang berjalan di masa pemerintahan Prabowo Subianto. Yang Dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bertujuan untuk mencegah malnutrisi dan stunting dengan menyediakan makanan sehat serta bergizi bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan pelajar dari PAUD hingga SMA.
Artinya,Jika programini berjalan dengan baik, tidak hanya meningkatkan Kesehatan bagi Masyarakat, Tetapi juga berpotesi menjadi penggerak ekonomi nasional, Di bidang pertanian dan peternakan
Namun dibalik program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terdapat anggaran yang tidak sedikit, supaya program ini berjalan pemerintah telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp71 triliun,
Dana yang semula digunakan untuk membantu masyarakat malah disalah gunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan kebutuhan, Lebih ironis nya lagi orang atau oknum dibalik penggelapan dana MBG adalah para pimpinan dari badan gizi nasional (BGN).
Kejagung mengungkap Dadan, Sony, dan Lodewyk menggunakan pengaruh jabatannya di BGN dalam mengatur verifikasi pembentukan SPPG. Intervensi itu membuat SPPG yang diloloskan merupakan milik yayasan yang terafiliasi dengan tiga tersangka tersebut.
Ketiga tersangka ini mulai dari mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya telah resmi ditahan Kejagung mulai Rabu (3/6/2026)
“Perkara tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara. Para tersangka disangka melanggar Pasal 603 dan 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi
Saat ini, Kejagung tengah menyidik dugaan keterlibatan pihak yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka, praktik korupsi dugaan jual beli izin SPPG, penyalahgunaan insentif operasional, dan pengelembungan anggaran pengadaan barang.
Mantan wakil kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya menyatakan bahwa dirinya berencana mengajukan justice collaborator. Hal itu dilatarbelakangi keinginannya untuk mengungkap perkara secara menyeluruh dan tidak menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan dalam kasus tersebut. Pernyataan tersebut menunjukkan masih adanya oknum yang bersembunyi dalam kasus korupsi ini.
Pengadaan yang di-markup adalah motor listrik berjumlah 21.801 unit. Kejagung mengatakan pengadaan itu dimasukkan Dadan cs padahal tidak dibutuhkan. Selain motor listrik, penggelembungan harga juga dilakukan di pengadaan 32 ribu pasang sepatu di BGN. Nilai anggarannya mencapai Rp 1 triliun.
“Dalam penyusunan KAK (kerangka acuan kerja) pengadaan barang dan jasa pada BGN tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan dan adanya markup harga pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG,” ucap Syarief
“Pengadaan tablet sebanyak 31 ribu sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup dan pengadaan televisi 75 inci sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga,” imbuhnya.
Untuk saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pendaftaran dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan baru ini menjadi salah satu langkah yang diambil pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka efisiensi anggaran sekaligus penataan pelaksanaan program.
“Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” kata Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya kembali menegaskan pentingnya keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas pemerintah. Menurutnya, pelaksanaan MBG merupakan amanah besar yang harus dijalankan secara bertanggung jawab oleh seluruh pihak yang terlibat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Konsolidasi Nasional Program MBG yang diselenggarakan oleh BGN di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “500 Billion Meals Challenge: Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition – An Inspiring Session.”
Narasi Oleh Rehan Kurnia P. dan Zalfaa Rihadatul A.