SEJARAH

Bagikan Artikel ini:

SOLID Dalam Perjalanan

Pengertian
Lembaga Pers Mahasiswa SOLID Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (LPM SOLID FTSP UII) merupakan suatu organisasi kemahasiswaan yang bergerak dalam ranah jurnalistik di dalam tingkatan fakultas sebagai representasi dari keadaan kemahasiswaan yang berada di FTSP UII. SOLID berdiri pada tanggal 8 agustus 1967 bernama majalah TEKNIK yang merupakan cikal bakal dari majalah SOLID dan PROFESI (menurut Nur Hidayah).

Sejarah SOLID dalam Fakultas Teknik Sipil atau Fakultas Teknik
Perkembangan demi perkembangan serasa begitu sangat menetukan, karena dalam sejarahnya perkembangan merupakan hal yang bisa dijadikan suatu acuan untuk mengarah ke dalam perubahan yang lebih baik lagi. Sejak dibentuknya FTSP pada tahun 1964, pemikiran kritis mahasiswa sangatlah membutuhkan wadah yang mana dapat menampung semua pemikiran kritis serta aspiratif. Entah pada tahun berapa di kampus FTSP (tahun 1992) ini yang dulunya pecahan dari kampus Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (FTS UII) telah mempunyai beberapa media untuk mengaspirasikan pemikiran para mahasiswanya.

Pada mula pembentukan FTS yang terdiri dari jurusan Teknik Sipil, Teknik Industri dan Teknik Tekstil. Tetapi dalam perkembangannya ternyata sudah terdapat jurusan Arsitektur yang baru saja didirikan. Karena persoalan klasik, berawal dari permasalahan dana yang sangat “mepet” sehingga tidak dapat mencukupi lagi dalam pembuatan ketiga majalah tersebut dan juga agar dicapai efektifitas dan efesiensi dalam kerja pengurus. menyebabkan LPM-LPM sebelumnya mati suri, tiga majalah terbitannya tidak dapat terbit sejak tahun 1989. Dalam masing-masing jurusan tersebut mempunyai media/majalah. Teknik Sipil dan Arsitektur diwakili oleh ULTIMATE (yang dulunya adalah TAKE-OFF), Teknik Manajemen Industri mempunyai INDUSIA, sedangkan untuk Teknik Teknologi Tekstil di wadahi oleh KEMATEK. Tetapi hebatnya dalam tiga majalah tersebut mempunyai satu struktur/keorganisasian yang sama. Ketidakterbitan ketiga majalah yang di motori oleh Fathurohman (T.Sipil 1983) sebagai Pemimpin Umum, dengan Pemimpin Redaksi oleh Supriyatno (T.Sipil 1984) dengan redaktur pelaksana Supriyatno untuk ULTIMATE, Indra untuk INDUSIA dan salah seorang untuk KEMATEK.

Akhirya pasca peristiwa UII berdarah di tahun 1989 (dengan terbunuhnya Slamet Saroyo sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil, dan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FTS) seluruh lembaga kemahasiswaan di T.Sipil ikut mati suri semua. Akhir tahun 1990-an, pasca teman-teman yang terlibat UII berdarah keluar dari rumah tahanan, Lembaga Kemahasiswaan kembali menggeliat. Sedikit demi sedikit kelembagaan mulai menata diri dengan terpilihnya M.Sabillillah (T.Sipil 1985) sebagai ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FT, Umar Suko sebagai Ketua Senat FT dengan membawahi 4 jurusan; T.Sipil, Arsitektur, T.Industri dan T.Tekstil. Namun terbentuknya kembali kedua lembaga ini tidak memberikan pencerahan lebih terhadap aktifitas kemahasiswaan secara keseluruhan.

Pembentukan LPM SOLID FT
Pada awal 1992, terjadi verifikasi keuangan besar-besaran di kelembagaan tingkat Universitas yang akhirnya diketahui ternyata ada uang Lembaga Pers Mahasiswa yang tertahan di Universitas karena tidak adanya lembaga tersebut. Maka atas inisiatif Toni (T.Industri 1986) Bendahara BPM FT 1990-1992, dengan menghubungi Supriyatno, menggelar Sidang pembentukan LPM kembali di lingkungan FT. Maka oleh Supriyatno dikumpulkan kembali para aktifis-aktifis Pers Teknik Sipil yang tersebar di mana-mana. Amris Azizi (T.Sipil 86, sekarang dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto) di Majalah SWA dan majalah kepemudaan Muhammadiyah, Utomo Dwi Harsanto (Tomo, aktivis LPM HIMMAH T.Sipil 1987) di Majalah HIMMAH UII dan M. Rudy Sulaksana (T.Sipil 1987, aktivis mahasiswa di luar kampus UII, seperti di lembaga budaya YUDISTIRA, Forum Jalanan Yogyakarta dan Komunitas Fotografer Muda Yogyakarta yg dipimpin ROY SURYO) untuk kembali ke kampus menggarap LPM FT.

Akhirya melalui diskusi panjang pada hari Sabtu sampai Minggu, akhir Februari 1992 (tanggalnya masih belum diketahui), di kawasan daerah Gejayan, Kepuh, GK 2, bertempat di rumah sewa (kost-an Supriyatno) Supriyatno dibantu M.Shalahudin (T.Sipil 1987) yang jabatanya di Senat sebagai koordinator Penelitian dan Pengembangan menggelar MUSYAWARAH ANGGOTA LPM (MUSANG LPM) yang pertama kalinya, dengan diikuti oleh siapa saja mahasiswa yang ingin ikut dan terlibat dalam pembentukan LPM dengan syarat :
1. Anggota dan atau Pengurus LPM
2. Mahasiswa yang pernah menulis di media masa dengan pembuktian tulisannya di media
3. Mahasiswa yang pernah mengikuti Training Jurnalistik dengan bukti Piagam kesertaannya dalam Training tersebut.

Penyebab lain yang mana mendukung adanya LPM di FT adalah:
1. Mahasiswa dalam hak bicara dan bersuara, tidak mempunyai suatu lembaga yang dapat meyalurkan aspirasi dan informasi dalam bidang studi masing-masing jurusan
2. Membuka wacana lingkup antar jurusan di kampus FT pada saat itu.

Dalam MUSANG tersebut terjadi perdebatan yang sangat panjang khas aktivis mahasiswa jaman itu (pakai banting-banting meja kursi segala). Hal ini (menurut Shalahudin) karena terjadi tarik ulur pada visi dan misi LPM FT yang hanya meletak Islam sebagai pijakan untuk melangkah bukan sebagai dasar kelembagaan. Padahal pada saat itu HMI Komisariat T.Sipil sangat menguasai Forum, terlebih lagi Shalahudin Pimpinan Sidang yang notabene wakil ketua HMI Komisariat Teknik Sipil dan Arsitektur, justru mengarahkan yang berbeda dengan anggota Komisariat yag lainnya.

Salalahudin melakukan hal tersebut karena merasa rasional apabila LPM sebagai sebuah lembaga pers harus berpikir lebih plural, yaitu sosial kemasyarakatan sebagai dasar perjuangan mahasiswa untuk perubahan pada saat itu dengan dasar-dasar Islami untuk landasan kegiatannya. Karena pada saat itu kekuatan mahasiswa mulai bangkit kembali terhadap tirani Soeharto (Presiden RI saat itu).

Hal-hal inilah yang menjadikan ketakutan para penolaknya, karena dengan demikian LPM FT akan berhaluan kiri alias sosialis, padahal kiri (komunis) sangatlah berbeda dengan sosialis. Hal ini juga disebabkan trauma UII berdarah, yang kalau diselidiki lebih jauh terjadinya tragedi tersebut bukanlah untuk perubahan bangsa dan negara ini, tapi cenderung untuk kepentingan individu yang tidak jelas dasarya. Memang pengusung-pengusung visi kemasyarakatan tersebut kebayakan teman-teman yang kecewa dengan HMI FT yang hanya bisa “beronani”, berani ngomong hanya di lingkungan UII saja (itu pun hanya persoalan perkampusan dan monopoli ke HMI-an), namun persoalan masyarakat pada umumnya atau masalah kemahasiswaan di luar UII diam seribu bahasa dan “ompong”. Akhirnya LPM pun terbentuk juga walapun tanpa memiliki AD/ART, karena sudah 2 hari perdebatannya tetap stagnan (ini mengingat pembiayaan yang masih hutang dengan BPM sebesar 5 jutaan) dan untuk mengambil jalan tengah antara kemasyarakatan dan ke Islaman sebagai dasar. Dipilihlah Fadillah Rusdi (T.Sipil 1989) yang aktivis Masjid Sudirman, Kolombo, Yogyakarta sebagai Pemimpin Umum. Dipilihnya aktifis masjid ini untuk menjembatani keinginan kelompoknya HMI dengan kelompok-kelompok lain.

Akhirnya terbentuklah Kepengurusan LPM FT UII, dengan produk yang belum punya nama. Dengan perdebatan panjang pula akhirnya di setujui nama “SOLID” atas usulan nama Anis Sofyan. Dalam pemilihan nama “SOLID” ini sebenarnya terdapat beberapa nama diantaranya adalah “HANDASAH”dan “PROGRES”. Menurut Supriyatno mengapa saat itu diberi nama “SOLID” karena adalah penyatuan dari empat jurusan yang berbeda dalam kampus FT menjadi sebuah ikatan yang kuat. Untuk menunjukan betapa solidnya pandangan-pandangan yang berbeda untuk membentuk kembali pers mahasiswa. Beberapa nama sempat muncul, dari Shalahudin dan Yusuf Ahmadi (keduanya Aktifis HMI KOMFAK T.Sipil dan Arsitektur) mengusul PROGRES dari kependekan progresif, namun banyak yang menentangnya karena lebih berkesan gerakan mahasiswa yang nantinya akan menimbulkan gesekan yang lebih tajam lagi. Maklum pada saat itu apa-apa yang berbau progresif di indentikkan dengan sosialis-komunis. Inilah yang menjadi awal dari terbentuknya LPM SOLID FT UII.

LPM SOLID FT 1992-1993 “Siapa Punya Beringharjo”
Dalam MUSANG itupun diputuskan bahwa Pemimpin Umum yang pertama adalah Fadhilah Rusdi dan Pemimpin Redaksinya adalah Amris A.G. Sedangkan terdapat Redaktur Tamu yaitu Supriyatno dan M. Rudy Sulaksana. Pengurus majalah SOLID mulai berbenah diri, dengan uang hasil “utangan” dari BPM, yang notabene memang jatahnya LPM sendiri yang belum bisa diambil oleh pengurus baru karena belum ada pelantikan. Mulai dari memindahkan kantor dari bawah tangga tengah di kampus demangan baru (Sekarang di gunakan untuk S-2 fakultas Agama/Syariah Tarbiyah), dekat kantin Pak Agus, ke ruang sebelah belakang Bank (Duta atau Bukopin) dan bekas ruang rapat BPM FT.Dengan memulai membeli mesin ketik hingga membeli meja Layout.

Kemudian Utomo Dwi Harsanto “Tomo” membuat beberapa logo SOLID untuk dikomentari seluruh mahasiswa di Demangan baru 24, hingga akhirnya terpilihlah Logo SOLID yang hanya berupa Tulisan Tegas berwarna Emas dengan Stroke merah tipis. “Setelah coret-coret sana sini, saya ajukan ke kang SUPRI dan akhirnya, ketemulah gambar Kang SOLID yang mungkin sampai saat ini masih dipakai. Semoga gambar Kang SOLID masih abadi dipakai oleh team SOLID sekarang ya, kenang-kenang nih. Kartun Kang SOLID dulu tadinya mau pake baju Blangkon dan iket kepala, namun setelah didiskusikan kepada rekan-rekan, terutama kang Supriyatno akhirnya di nasionalkan, jadi seperti itu. Waktu itu, penggambaran Kang SOLID adalah seorang wartawan kampus yang bekerja keras. Karena saking kerasnya sampe terlihat ngantuk, karena udah kerjaan sebagai wartawan banyak, masih kena tugas kuliah, praktikum dan ngumpulin Surat Keterangan Tugas”.

Kepengurusan baru ini berjalan lamban sekali, karena benar-benar baru dalam mengurusi sebuah penerbitan dan sebagian pengurus sibuk dengan kuliahnya. Karena melihat kondisi seperti ini, hampir enam bulan tidak bisa menerbitkan majalah, bahkan sampai di warning uangnya akan hangus oleh BPM, akhirnya Fadillah Rusdi sebagai Pemimpin Umum meminta Supriyatno (T. Sipil 1984, mantan Pemimpin Redaksi LPM yang lama), untuk menjadi Redaktur Tamu. Melihat kondisi seperti ini, setelah Supriyatno mengevalusi kegiatan dan kiprah LPM beberapa bulan terakhir, akhirnya Supriyatno memanggil M.Rudy Sulaksana pulang ke kampus untuk menghidupkan kembali LPM serta ikut membenahi semua persoalan keredaksian serta kelembagaan LPM SOLID.

Alhamdulillah hanya berselang 1,5 bulan SOLID Edisi pertama bisa terbit, dengan Laporan Utama “Siapa Punya Beringharjo” dikerjakan tim redaksi dengan Laporan Khusus “Lampu Kuning”, “Pembangunan berwawasan lingkungan (oleh Supriyatno dan M.Rudy Sulaksana)”. Persoalan keredaksian bisa diatasi, namun persoalan penerbitan terutama mengenai deadline kedodoran, akhirnya M.Rudy Sulaksana pun sebagai redaktur tamu yang seharusnya tidak perlu mengurusi ini. Oleh Amris Azizi, sang redaktur di minta membantu Tomo untuk menyelesaikannya. Mulai berburu foto, karena tidak adanya fotografer, membuat cover depan dan belakang hingga mounting di percetakan (jaman dulu membuat layout dengan cara manual, dengan menempel tulisan atau gambar sudah di buat positif filmnya ke media yang nantinya untuk mentranfer ke plate UKT mesin cetak). Akhirnya hasil keras tersebut terbayarkan dengan terbitan pertama Majalah SOLID seperti ini. Yang patut kita contoh adalah penyebarannya sampai luar negeri diantaranya adalah Australia, Bangladesh, Filipina dan negara-negara lainnya.

Masalah kelembagaan belum selesai, karena aktifitas angota SOLID yang sangat berbeda, serta setigmatisasi Sosialis Indonesia yang semakin kuat dengan terbitnya majalah SOLID edisi pertama, yang menurut kaum awam sangat sosial sekali di tingkat Universitas. SOLID ditentang oleh seluruh LPM, terutama dari Fakultas Hukum UII (KEADILAN) yang faksinya sangat banyak. Pada waktu itu SOLID hanya dibantu oleh Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah yang notabene teman-teman aktifis jalanan yang berasal dari HMI dam PMII. Sedangkan dari Fakultas Ekonomi (EKONOMIKA) yang sangat hedonistis merapat dengan HIMMAH (Sholeh UG dari Fakultas Hukum sebagai Pemimpin Umum) ke Fakultas Hukum (KEADILAN).

Sholeh UG dengan berbagai cara, karena di SOLID terdapat M.Rudy Sulaksana dan Supriyatno yang dianggap sebagai pembawa sosialis di FT mencoba melumpuhkan SOLID. Padahal pada saat itu SOLID satu-satunya majalah mahasiswa di Yogyakarta yang berani mengkritik diri sendiri sebagai mahasiswa yang pada akhirnya, setelah lulus membuat tatanan sosial untuk masyarakat kecil terabaikan. Berbagai LPM dari Universias lain akhirnya belajar banyak pada SOLID, karena dianggap berhasil memecahkan dominasi arogansi HMI MPO di UII. Walaupun keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran kawan-kawan HMI T.Sipil UII sendiri yang membela secara pribadi kepada M.Rudy Sulaksana dan Supriyatno. Karena mereka tahu betul sepak terjang dan sejarah kedua orang tersebut dalam beraktifis, seperti Fatimah 1984, Ida 1984, Eny Hasanah 1985 yang semuanya itu KOHATI, dan Amri 1985 (LITBANG BPM), Khotib Alwi 1984, Yusuf Ahmadi 1987, Shalahudin 1987 yang anggota teras HMI KOMFAK Teknik Sipil. Mereka tahu bahwa M.Rudy Sulaksana adalah mantan anggota HMI, demikian juga Supriyatno. “Kami juga bermain dan beraktifitas di luar kampus yang biasa mengikuti demo-demo di jalan-jalan yang marak pada saat itu, ungkap Rudy. Bila berbicara masalah keyakinan dan ideologi sangatlah jauh dari sosialis apalagi komunis.

Itulah awal-awal kebangkitan SOLID yang akhirnya menjadikan embrio bagi LPM-LPM di Fakultas lain. Dalam penentuan umur SOLID merunut dari pembentukan majalah TAKE-OFF. Dulu perpecahan-perpecahan seperti itu terjadinya juga karena bayak kelompok-kelompok politik mahasiswa yang ikut terlibat, antara HMI Teknik dengan kawan-kawan yang beraktif ria di PMII maupun orang-orang yang di jalanan.
Awal pembentukan SOLID memang tidak mudah dikarenakan adanya beberapa pihak yang kurang menyukai adanya organisasi-organisasi baru. Saat itu arus pergolakan perpolitikan negara hingga dunia kemahasiswaan sangat tidak stabil. Adanya pertentangan antara kaum birokrat dengan kaum pro demokrasi hingga mengakar pinang. Karena pers saat itu sangat mengarah pada kehidupan rakyat sampai-sampai SOLID sangat di identikan dengan kaum pro demokrasi dan yang paling hebatnya kaum birokrat sering menyebut SOLID dengan sebutan “Sosialis Indonesia” (HMI versi Umar Suko). Menurut M.Rudy Sulaksana “tidaklah benar SOLID artinya Sosialis Indonesia, hanya teman-teman yang nggak suka aja yang memberikan julukan demikian”.

Sejarah SOLID dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

LPM SOLID FT 1993-1995 “Menuju Kampus Terpadu” dan “Malioboro Makin Absurd”

Seiring dengan perkembangan UII maka diputuskan pada tahun 1992 menurut Surat Keputusan Rektor FT dipecah menjadi dua yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Teknologi Industri (FTI). Secara otomatis maka SOLID pun harus dipecah kepengurusannya menjadi dua. Karena di dalam tubuh SOLID masih terdapat empat jurusan yang dulunya adalah FT. Maka setelah mengalami proses musyawarah diputuskan bahwa FTSP (jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur) tetap membawa nama SOLID sedangkan FTI (jurusan Teknik Industri dan Teknik Tekstil) membuat nama organisasinya dengan “PROFESI”.

Pasca terjadinya pemecahan FTS menjadi Fakultas Teknk Sipil dan Perencanaan dan Fakultas Manajemen Industri. Kemahasiswaan pun harus terjadi pemecahan juga akhirnya melalui Musyawarah Anggota Istimewa pada tanggal 16 Pebruari 1993 di Fakultas Teknik Sipil dan Arsitektur Demangan Baru 24. Hasil disahkannya LPM FTSP UII bersekretariat Fak. Teknik Sipil dan Perencanaan Demangan Baru 24 (Sekarang jadi Magister Agama UII) dan LPM FTI UII bersekretariat di kampus Inisti di Gowok (Sekarang SMU UII). Dan yang menjadi catatan yang perlu diketahui terbentuknya kedua LPM itu menjelang Subuh.

Dengan disahkan pemecahan tersebut maka pada tgl 17 Pebruari 1993, kedua LPM tersebut meneruskan Musyawarah sendiri-sendiri di tempat yang sama dengan ruang yang berbeda. LPM FTSP membahas AD/ART LPM yang terbengkalai selama kepengurusan lama dan pemilihan Pemimpin Umum yang akhirnya dipilih M. Rudy Sulaksana, dengan visi dan misi yang masih sama dengan LPM yang terdahulu yaitu; FORUM, IPTEK, DINAMIKA DAN SOLIDARITAS, dan juga tetap menggunakan nama “SOLID” sebagai produk utamanya. Sedangkan untuk FTI dipilihlah M. Fadhil Rahman sebagai Pemimpi Umumnya, pada waktu itu nama majalah dan AD/ART belum ditentukan, namun belakangan melalui rapat pengurus FTI memutuskan menggunakan nama PROFESI sebagai brand produknya.

Selanjutnya LPM SOLID yang baru melakukan penjaringan pengurus mendahului lembaga-lembaga kemahasiswaaan lainnya dengan melakukan tes terhadap para calon pengurusnya, terutama tes atas kecakapan menulis dan kemampuan jurnalistik lainnya, hal ini dilakukan agar para pengurus dapat cepat dalam menerbitkan majalah baru, karena SOLID yang lama hanya mampu menerbitkan 1 majalah. Akhirnya terbentuklah kepengurusan baru, pada 1 mei 1993 dilantikklah kepengurusan baru ini. Dengan semangat sebagai pengurus baru, mulailah bekerja untuk meneruskan tradisi menulis di lingkungan Mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitektur. Dalam keputusan rapat pengurus diputuskan tetap membuat majalah triwulanan dengan gaya tulisan dan isi masih mempertahankan terbitan pertama, namun untuk menjembatani keluhan mahasiswa dengan terlalu beratnya materi SOLID yang dalam bentuk majalah serta menjaga intensitas terbitan agar bisa dapat satu atau dua bulan terbit, dilakukan uji coba membuat tabloid “SOLIDARITAS” yang berisikan informasi-informasi sekitar kampus, seperti, tempat kost, puisi, mimbar bebas, dan liputan-liputan kegiatan kemahasiswaan.

Tabloid “SOLIDARITAS” digawangi oleh Zaima Mufaniri sebagai Pemimpin Redaksi, tabloid ini juga diperuntukkan sebagai sarana latihan bagi para personil baru dan mahasiswa yang tertarik, namun belum pernah menulis bentuk tulisan jurnalistik yang benar. Tabloid ini sempat menjadi heboh kala meliput seluruh kegiatan PEKAN TA’ARUF FTSP 1993, karena hanya SOLIDlah satu-satunya yang berani memproduksi Tabloid di lingkungan UII dengan isi yang segar, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat itu. Hebatnya semua pembiayaannya bisa dilakukan tanpa mengurangi jatah LPM yang dari Universitas. Pembiayaan penerbitan Tabloid ini oleh donator mantan aktifis mahasiswa seperti Fadel Muhammad. Selanjutnya Tabloid ini bisa intens tiap bulan sementara itu SOLID terus terbit per Triwulanan sampai akhir kepengurusan M.Rudy Sulaksana di tahun 1995.

SOLID selain berkibar di percaturan pers mahasiswa Yogyakarta semasa M. Rudy Sulaksana. Karena isi-isi dari majalah ini berani bersaing dengan majalah-majalah terbitan luar semacam TEMPO pada saat itu. Hal ini karena isi yang kami sajikan sangat analitik menggabungkan keteknikan dan masalah sosial yang saling mengisi satu dengan lainnya. Bahasannya sangat berat (karena biasa berkutat pada kasus keteknikan) berdasarkan teman-teman di kampus teknik sendiri. Tapi sangat disukai oleh temen-temen di luar FT karena terdapat nuansa lain, tidak selalu membahas masalah teknik yang kebanyakan angka-angka dari rumus-rumus, serta bahasa yang disajikan sangatlah ilmiah populer, bahkan UNISIA yang buletin terbitan para dosen di UII pun menjadikan SOLID sebagai referensi.

Dalam kelembagaan LPM SOLID terus berkembang dan menjadi motor pers mahasiswa di UII untuk maju di luar UII. Terutama pada saat awal-awal berdirinya PPMY (Persatuan Pers Mahasiswa Yogyakarta), bersama-sama HIMMAH (Universitas UII), KEADILAN (F. Hukum UII), EKONOMIKA (F. EKONOMI UII), yang notabene mengganggap SOLID adalah musuh dan yang mengganggap kita kawan yaitu PROFESI (F. MTI UII), EDUKASIA (F. Tarbiyah UII), dan DIALOG (F. Syariah UII) mencoba untuk memasukkan ide-ide yang produktif untuk PPMI. Sehingga di PPMI (Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia) harus menjadi agen perubahan sebagi pilar ke lima dari demokrasi saat itu untuk menggulingkan rezim secara terstruktur.

Akhirnya pada kongres pertama PPMI di Wisma Joyo Kaliurang pada tanggal 1-5 September 1993, kubu Yogyakarta bisa menjadi Ketua Umum dan memasukkan ide ke-Jogjakarta-an sebagai kota aktifis untuk memasukkan segala ide perubahan terhadap negara selalu masuk dalam topik-topik bahasan majalah di setiap penerbitannya. Maka atas prakarsa Burhan J.S (PU Majalah Arena IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Miftahudin (Pemimpin Redaksi Majalah Arena IAIN SUKA Jogja), Bimo (Dari BALAIRUNG UGM), M. Rudy Sulaksana (Pemimpin Umum Majalah SOLID FTSP UII) Hilal ( Pemimpin Umum HIMMAH UII), M. FAIZ (Pemimpin Umum KEADILAN UII), A Rofiq (Pemimpin Umum EKONOMIKA UII), M. Fadhil Rahman (Pemimpin Umum PROFESI UII), Gusti Madani Farasi (EDUKASIA UII) dan Iman Ainul Hasan (Pemimpin Umum DIALOG, Syariah UII) serta Pemimpin Umum Majalah dari SARJANAWIYATA dapat menggolkan saudara Romi Febri (BALAIRUNG UGM) untuk menjadi ketua PPMI yang pertama dengan sekretariat Yogyakarta. Maka mulai dari Kaliurang inilah gerakan teman-teman di jalanan suaranya dapat lantang juga didengarkan di dalam kampus, kampus menjadi hidup kembali sebagaimana era 80’an. Wacana-wacana demokrasi semakin mengerucut salah satunya terbentuklah PRD di Yogyakarta yang dimotori oleh saudara Budiman Sujitmiko dari Ekonomi UGM menjadi salah satu kekuatan gerakan mahasiswa yang diperhitungkan pada saat itu (tahun 1994).

Untuk mendukung seluruh maksud yang diinginkan pihak Yogyakarta maka, faksi Yogyakarta membidani pola kerja sama antara Pers Umum yang di wakili FDWY (Forum Diskusi Wartawan Yogyakarta) dengan Pers Mahasiswa (PPMY), yang dimotori oleh SOLID FTSP UII, BALIRUNG UGM dan ARENA IAIN SUKA Yogyakarta, pada 26 Pebruari 1994. Dari peristiwa tersebut, akhirnya banyak memakan korban, Majalah ARENA IAIN SUKA di bredel oleh Rektornya, Majalah SINTESA Filsafat UGM terbredel oleh dekannya, Tabloid RETORIKA FisiPol UNAIR Surabaya dihentikan oleh Rektornya. Hal ini terjadi karena Majalah dan tabloid tersebut masukkan ide penggulingan Soeharto (Presiden) secara vulgar, kalau yang dari UII masih mencoba membangun opini secara halus di isi-isi dan materi majalahnya. Sedangkan dari penerbitan Umum Majalah TEMPO dan tabloid DETIK di bredel oleh Mentri Penerangan pada saat itu yaitu Harmoko.

Dari kegiatan PPMI inilah akhirnya membuat seluruh LPM di UII menandatangani terbentuknya FORKOM (Forum Komunikasi) AKTIFIS PERS UII pada 21 Oktober 1994, yang di tanda tangani oleh Abdel Hafizh (EKONOMIKA), M. Fadil Rahman (PROFESI), Gusti Madani Farasi (EDUKASIA), Iman Ainul Hasan (DIALOG), Eko Prasetyo (KEADILAN), M. Rudy Sulaksana (SOLID) serta Riana Tuasikal (HIMMAH).
Kembali ke FTSP UII, ada kejadian yang mengenaskan bagi aktifitas LPM SOLID :

1. SOLID dikebiri agar tidak dikenal oleh mahasiswa baru UII, dengan tidak diberi ruang untuk presentasi kelembagaan kepada mahasiswa baru, yang dilakukan secara sistematis oleh SENAT FTSP UII dengan melalui tangan Paniti Pekan Ta’aruf. Para pengurus masih ketakutan kalau-kalau SOLID akan memasukan paham sosialis ke mahasiswa baru, yang mengenalkan tentang kelembagaan pers mahasiswa justru orang yang tidak berkompeten pada bidangnya, anggota SOLID tidak satupun yang dimasukkan dalam kepanitiaan. Alhasil Mahasiswa baru tidak ada yang kenal SOLID yang akhirnya menyulitkan regenarasi SOLID.

2. SOLID dibuang dari kampus dengan jalan tidak diberi jatah ruang kemahasiswaan di Kampus Terpadu Kaliurang, akhirnya SOLID masih berkantor di Demangan Baru sementara aktifitas perkeluliahan sudah pindah di Kaliurang, akhirnya para pengurus SOLID pun kesulitan bertemu untuk menerbitkan Majalah. Namun atas usaha pribadi M.Rudy Sulaksana dengan maju ke Rektorat meminta jatah ruangan bekas kantor kontraktor WIKA di depan Kampus (sekarang kalau tidak salah jadi APOTEK UII) untuk digunakan kantor dari dua LPM, yaitu FTSP dan FTMI yang juga tidak mendapatkan Jatah ruangan. Dengan biaya uang pribadi dan beberapa orang yamg dipaksa jadi donator, sperti Pak Munichi, Pak Bachnas, Pak Susatrawan dan Pak Gumbolo (dosen Tekstil) disulaplah kantor kontraktor itu menjadi kantor LPM dan kantor Redaksi dua Penerbitan. Yaitu LPM SOLID dan LPM PROFESI.

Keadaan mengenaskan ini justru tidaK membuat kami pengurus SOLID 1993 – 1995 berkecil hati, dengan kedekatan antara dua LPM yang berasal dari LPM yang sama juga yaitu LPM F. Teknik, maka SOLID dan PROFESI membuat Training Metodologi Penelitian dan Jurnalistik yang terbesar di UII pada saat itu, tepatnya pada tanggal 21 – 24 Oktober 1994 di Parangtritis dengan panitia inti dari FTSP UII dan FTMI UII yang dibantu oleh LPM Syariah UII, F. Tarbiyah UII, ARENA IAIN SUKA dan PPMY. Ini merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan up to date pada saat itu, karena metodologi penelitian belum masuk dalam kurikulim FTSP maupun FTMI, sementara itu kebutuhan untuk skripsi sudah mengharuskan demikian.

Dari hasil pelatihan tersebut terbitlah satu Bulettin yang digarap oleh mahasiswa-mahasiswa baru dari kedua fakultas, yang digawangi oleh mantan-mantan peserta pelatihan di Parangtritis. Kedekatan dua LPM ini (SOLID dan PROFESI) akhirnya juga membuat ide terbentuknya KINE CLUB KALIURANG (Kaliurang KINE CLUB), yaitu sebuah forum diskusi yang fokus pada teknologi informasi dan Perfilman nasional. Pembentukannya berdasarkan rapat pleno dua LPM serta di Surat Keputusan kan bersama-sama Pemimpin Umum LPM.

Pada pengesahannya KINE KLUB Kaliurang yang juga masuk dan terdaftar sebagai anggota SENAKKI (Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia, yang dibawah koordinasi DEWAN FILM NASIONAL), pada tanggal 11 Desember 1994 diputar Film Surat untuk Bidadari karya Garin Nugroho dan Badut-Badut Kota karya Ucik Supra di auditorium UII Pusat yang notabene belum jadi. Pada saat itu pula resminya KINE KLUB KALIURANG sebagai Anggota SENAKKI oleh Amipriyono (Sutradara dan Bintang Film) dengan Surat Keputusan ditanda tangani oleh Cherul Umam (Sutradara dan ketu Dewan Kesenian Jakarta pada saat itu). Untuk diskusi kelanjutannya di hadiri oleh Adi Kurdi (Bintang Film).

Ada yang terlewatkan dari perjalanan SOLID, di tahun awal-awal 1994 SOLID pernah menggagas PEKAN MALIOBORO yang menjadi embrio FKY (Festival Kesenian Yogkarta). Ini merupakan proyek besar yang sejatinya akan dibiayai oleh HUMPUS Group (milik Tommy Soeharto). Namun Alasan yang sangat politis dari Prof. DR. Zanzawi Soejoeti sebagai Rektor UII, POLWIL DIY, DITSOSPOL DIY, menggagalkan prosesi besar itu. Yang akhirnya paska keruntuhan Soeharto PEKAN MALIOBORO yang pernah kita gagas dilaksanakan oleh Sapto Raharjo (drumer, budayawan) dengan bungkus FKY.
Rudy kembali ke kampus hingga meyelesaikan studi, karena temen-temen anggota SOLID yang lainnya sudah terlebih dahulu lulus, seperti Amris Azizi, Yusuf Ahmadi dan Shalahudin. Semoga cerita ini dapat digunakan sebagai refleksi keberadaan Majalah SOLID pada saat itu.

LPM SOLID FTSP 1995-1997
Menurut Supriyanto Antok, “untuk tambahan periode 1995-1997 merupakan periode yang hilang, karena beberapa aktivias LPM SOLID FTSP dikejar-kejar oleh rezim Orde Baru karena tuduhan terlibat dalam gerakan PRD, sehingga Supriyanto Antok, Nurhana W.D, Fanni Arifian, Bisma Nusantara, Firman Prakarsa Alam, Ahmad Farid B harus menghilang dari kampus dan otomatis tidak aktif di kegiatan kemahasiswaan. Wah serem tenan, kantor SOLID pernah di datangi intel-intel loh. Periode aku menerbitkan 1 tabloid SOLIDARITAS dan 2 majalah”.

“Pada saat yang sama, saya sebagai Ketua Kaliurang Kine Club, membawa nama LPM SOLID dan KKC (Kaliurang Kine Club UII) tahun 1996 dipercaya sebagai satu penyelenggara YOGYA INTERNATIONAL ART FILM FESTIVAL (YIAFF 1996). Jadi SOLID dan KKC UII menjadi tempat untuk diskusi dan memutar film 6 negara Asia Pasific. Waktu diskusi di Auditorium kampus FTSP UII Kaliurang (sekarang dipakai Fakultas Kedokteran) hadir antara lain: Slamet Raharjo, Eros Djarot, Cristine Hakim, Iga Mawarni dan Paquita Wijaya”, tambah Supriyanto Antok.

LPM SOLID FTSP 1999-2001 “Kampus Terpadu UII” dan “Teknologi Properti”
Hingga saat periode 1999-2001 M Pemimpin Umum di kendalikan oleh Sri Widadi dan Pemimpin Redaksi adalah Ida Bagus Ilham Malik tetapi digantikan Henry Christianto. Sedangkan Strukturnya yaitu, Pemimpin Umum, Wakil Pemimpin Umum, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Wakil Bendahara Umum, Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Koordinator Rancang Grafis, Staf Rancang Grafis, Koordinator Fotografer, Staf Fotografer, Koordinator Distribusi dan Periklanan, Staf Distribusi dan Periklanan, Koordinator Dokumentasi/Perputakaan, Staf Dokumentasi/Perputakaan, Koordinator Penelitian dan Pengembangan, Staf Penelitian dan Pengembangan, Magang. Berdasarkan Sidang Istimewa yang digelar tanggal 22 April 2001 mensyahkan kembali susunan kepengurusan guna menghadapi MUSANG LPM SOLID.

Majalah SOLID direncanakan terbit bulan Oktober 2000, Pengurus kemudian membuka recruitment bagi mahasiswa FTSP untuk menambah jumlah keanggotaan setelah berhasil menerbitkan majalah edisi khusus PETA tahun 2000. Majalah edisi khusus adalah majalah dadakan yang kebetulan berbarengan dengan PETA. Seperti anak yang kehilangan orang tua, tidak ada yang mengerti asal usulnya, yang terpenting adalah membuat majalah dengan berbekal jejak majalah SOLID yang terbit tahun 1995 dan 1997 sebagai acuan. Alhamdulillah, produk SOLID bisa dihasilkan dan tetap berusaha terbit tiap minggunya. Mingguan Landscape ditempel di FTSP, kantor Pusat UII Jalan Cik Di Tiro dan fakultas-fakultas lain yang pendistribusiannya dibantu pengurus yang sekalian lewat ketika pulang dari kampus.

Hari Minggu menjadi hari wajib hadir di lembaga (kantor SOLID). Jadi, pengurus pun benar-benar solid, kompak, saling bantu, kerjasama, kerja keras walaupun berbeda karakter tetapi ikatan kebersamaan tinggi dan semuanya itu membuahkan hasil. Siapapun anggota SOLID saat itu pasti dapat merasakan kentalnya rasa kekeluargaan, kebersamaan, yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Kantor SOLID menjadi tempat bekerja, rumah peristirahatan, persinggahan bahkan tempat mengerjakan tugas. Ketika itu kantor SOLID masih berada di gedung FTSP lama berdampingan dengan Fak. Psikologi tepatnya lantai 3 gedung belakang bersamaan dengan kantor DPM dan LEM FTSP UII. SOLID seperti penjaga ruang Lembaga karena anggotanya yang slalu hadir dan tidak aneh bagi satpam jikalau malam mengambil kunci, pulang pagi hari sekedar untuk mandi kemudian berangkat kuliah lagi atau tidak ada yang mengembalikan kunci kantor karena pengurus menginap berhari-hari di kantor lembaga.

Dalam perjalanan mengumpulkan puing-puing reruntuhan SOLID sepanjang tahun 2000, pengurus berusaha menerbitkan majalah SOLID dengan slogannya sebagai forum IPTEK, dinamika, solidaritas. Dalam menentukan tema-tema yang diangkat terjadi perbedaan pendapat, baik sosial kemasyarakatan sampai yang bernuansa religius. Kondisi keuangan yang minim dana, bermodalkan 1 komputer Pentium II sehingga harus ekstra sabar ketika proses layout, editing, tetapi semangat dan kerja keras pengurus lebih besar dari itu semua. Pada bulan Desember akhirnya terbit majalah SOLID edisi 1/TAHUN XXIV/2000 “Kampus Terpadu UII”.

Acara-acara yang pernah dilaksanakan pada perode ini antara lain Diklat Jurnalistik, Bazar buku di lingkungan FTSP bekerjasama dengan penerbit, diskusi, bedah buku, Kantin PETA 2000, dan lain-lain. Selain itu keikutsertaan SOLID sebagai peserta Diklat Jurnalistik yang diadakan oleh Pers FIAI kegiatan-kegiatan yang diselenggarkan Pilar Demokrasi, Himmah UII, Kognisia-Psikologi, Profesi-Teknologi Industri, dan Keadilan-Hukum, maupun pers selain UII. Bulan Mei 2001 terbit majalah SOLID edisi 2/TAHUNXXV/2001 “Teknologi Properti”. Sebagai majalah terakhir yang terbit selama pengurusan tersebut.

Henry Christianto mengungkapkan, “waktu jaman saya jadi PemRed, SOLID sudah mulai kembali ke “fungsi” nya, sebagai majalah teknik UII (mencakup T.Sipil, Arsitektur dan T.Lingkungan). Knowledge-knowledge yang penting untuk diketahui dan tidak diajarkan di bangku kuliah mungkin dapat menjadi salah satu daya tarik majalah ini menjadi penting, at least for our student”.

LPM SOLID FTSP 2001-2003
Pada Tanggal 24 Mei 2001- 27 Mei 2001 dilaksanakan Musyawarah Anggota LPM SOLID FTSP UII. Terbentuk kepengurusan baru yang sebagian besar pengurus sebelumnya ditambah anggota baru melalui recruitment. Produk yang dihasilkan meliputi Landscape terbit 2 mingguan, College (buku Informasi untuk mahasiswa baru bekerjasama dengan panitia PETA 2001), program-program bidang seperti In House Training Layouter, diskusi, bedah buku, Bazar EXPO bekerjasama dengan HMI KOMFAK FTSP, Pelatihan Diklat Jurnalistik se UII, pelatihan fotografi, dan lain-lain.
Keikutsertaan SOLID pada kepanitiaan OutBound Keluarga Mahasiswa FTSP UII, Panitia Jurnalistik Internet dan Web-Site Tingkat Nasional di UMY tanggal 18-23 September 2001, sebagai Pers yang benar-benar diakui di lingkungan FTSP dengan meliput berita secara bebas ketika PETA 2001. Setelah menerbitkan College kemudian fokus membuat draft majalah SOLID kembali. Sepanjang tahun 2002 semua rubrik telah disetujui dan dalam proses penyelesaian hingga 80 % tetapi terdapat saja kendala- kendala yang belum sampai mengantarkan majalah SOLID ke penerbitan. Tugas-tugas menjelang akhir perkuliahan yang semakin meningkat, KKN, Kerja Praktek. Satu persatu penguruspun lulus dan bekerja atau kembali ke daerah masing-masing.

Masa Kevakuman SOLID
Sesaat setelah SOLID dengan kepengurusan periode 2001-2003 ini usai, nampaknya kepengurusan setelahnya lebih tidak jelas lagi gaungnya. Ibarat pepatah “Hidup segan mati pun tak mau” itulah yang dihadapi oleh SOLID. Sepanjang informasi yang didapatkan hanya terdapat beberapa pengurus saja (entah itu menjabat apa) tapi dari mereka lah yang mempertahankan SOLID sampai saat ini. Diantaranya adalah Alif Kusno Hariyadi dan Eka Retna. Menurut cerita dari Alif (Pejabat Sementara Kepengurusan 2001-2003), mulai tahun 2002 SOLID mulai “sakit-sakitan”. Paling hebat untuk masa itu SOLID hanya terbit untuk bulletinnya saja (Landscape) tetapi setiap OSPEK (Pekan Ta’aruf) SOLID selalu menghadirkan buletin edisi khusus.

Penyebab SOLID menjadi pesakitan sangat kompleks tetapi yang paling utama adalah karena kesibukan pengurus pada saat itu yang telah menemui musim Tugas Akhir, kekurangsiapan untuk proses regenerasi dan akhirnya SOLID pun menemui tidur panjangnya. Sampai-sampai ruangan SOLID sendiri hampir tersita oleh lembaga lain yang lebih eksis daripada SOLID. Hampir-hampir saja sejarah keagungan SOLID tersapu oleh masa.

LPM SOLID 2006-2008
Tetapi akhirnya masa pencerahan untuk SOLID pun datang yang didalangi oleh Alif tepatnya saat kepengurusan SOLID periode 2006-2008 dengan Pemimpin Umum Listika Sari, Sekertaris Umum Nawal dan Bendahara Umum Jumiati. Produk pada periode ini hanya mengeluarkan buletin Landscape sebanyak dua kali dan menciptakan periode selanjutnya yaitu 2008-2009.
Pada saat ini memang jika diibaratkan SOLID membentuk fondasi kembali dari awal karena fondasi yang dulu telah rapuh di makan rayap. Jadi memang benar pada periode ini SOLID tidak terlalu terlihat aktif dalam jajaran kepengurusan.

LPM SOLID 2008-2009
Hasil voting kepengurusan 2006-2008 memutuskan bahwa pada periode 2008-2009 Pemimpin Umum adalah Rohmatullah Aeni (Remet) dan Pemimpin Redaksi Pebry Ardiansyah yang kemudian digantikan oleh Alfian Saleh, pada periode ini sebenarnya hampir saja SOLID vakum untuk kedua kalinya dikarenakan banyak pengurus yang “mangkir” dari tugas-tugasnya. Tetapi atas dasar inisiatif teman-teman pengurus akhirnya memutuskan regenerasi SOLID angkatan 2007 dengan memasukkan teman-teman magang SOLID ke dalam kepengurusan SOLID periode 2008-2009. Dalam periode ini juga SOLID mengeluarkan produknya yaitu berupa Selebaran SOLID (Tentang SOLID) pada waktu PEKTA, Buletin sebanyak tiga kali (Fatwa Haram Rokok, Makrab FTSP dan Rusunawa VS Waktu Kuliah) dan mudah-mudahan penggarapan Buletin yang keempat serta dengan doa mudah-mudahan majalah SOLID dapat tergarap walaupun melebihi target batas waktu kepengurusan karena memang sumber daya manusia SOLID masih minim untuk kerja kejurnalistikan.

Dalam kepengurusan kali ini memang SOLID mulai menambahkan jaringan-jaringan baik itu dalam dunia pers dalam UII maupun dunia pers nasional. Dapat dibuktikan banyaknya surat-surat undangan yang masuk ke dalam kantor SOLID banyak dari luar UII bahkan antar pulau. Jaringan ini dibentuk melewati proses masuknya kembali SOLID dalam kepengurusan PPMI nasional dan juga tergabung dalam FKPM UII (Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Universitas Islam Indonesia) bersama dengan 6 LPM UII lainnya (LPM HIMMAH UII, LPM EKONOMIKA FE UII, LPM KEADILAN FH UII, LPM KOGNISIA FPSB UII, LPM PROFESI FTI UII dan LPM PILAR DEMOKRASI FIAI UII). Selain hasil-hasil di atas SOLID pada masa ini telah mencoba mengumpulkan kembali runtuhan SOLID masa lampau dalam sejarah yang akan di beri nama “SOLID Dalam Perjalan”. Keberhasilan lainnya adalah mengumpulkan para alumni SOLID yang telah lama hilang dalam pembentukan grup melalui suatu sarana media internet. Mengumpulkan dan membuat brand logo yang baru, pembentukan AD/ART baru, Kebijakan Redaksional, pembentukan panitia MUSANG, Bedah Buku dan juga pembentukan buku putih mengenai tata cara Rancang Grafis.

Disamping itu SOLID juga membantu dalam pembentukan sebuah LPM baru di lingkungan UII yaitu tepatnya di fakultas MIPA walaupun realisasinya belum ada. Hasil-hasil ini membuat SOLID menggaung kembali di dataran dunia kejurnalistikan nasional dengan mempunyai beberapa jaringan baik itu dalam dataran Pulau Jawa ataupun luar Pulau Jawa. Ini merupakan suatu prestasi yang patut untuk dipertahankan agar nantinya SOLID tidak mengalami kevakuman kembali.

Struktur Periode

1. Periode 1992-1993
Pemimpin Umum : Fadhilah Rusdi
Sekretaris Umum : Hudiyono Ramlas Muda
Wakil Sekretaris Umum : Agus Tri Kuncoro
Bendahara Umum : Achmad Djamhari
Wakil Bendahara Umum : Tuniek E.Barnasitah
Pemimpin Redaksi : Amris A.G.
Wakil Pemimpin Redaksi : Hamim Jufri
Sekretaris Redaksi : Enny Supartina
Redaktur Pelaksana : Muhamad K.Alwi
Staf Redaksi : Heru B.Budiyono
Ida Masfiyah
Awang
Yuli
Firdaus
Marliana Syahputra
Lay Out : Indra Sopianajaya
Utomo Dwi Harsanto
Ghozin Asyururi
Sirkulasi/Iklan : Y.Ahmad J.S.
Dyah Utari Sintawati
Yanra
Penelitian dan Pengembangan : Shalahuddin Sofyan
Huda
Orlyena Savitri
Dokumentasi/Perpustakaan : Irfin Lubis
W.Ani Setyawati

2. Periode 1993-1995
Pemimpin Umum : M.Rudy Sulaksana
Wakil Pemimpin Umum : Irfin Lubis
Sekretaris Umum : Suko Suhardomo
Bendahara Umum : Nur Rosmala Dewi
Wakil Bendahara Umum : Mirahati Adi Lakstari
Pemimpin Redaksi : Amris Azizi
Wakil Pemimpin Redaksi : Heru B.Budiyanto
Sekretaris Redaksi : Zaima Mufaniri
Dewan Redaksi : Heru B.Budiyanto
Zaima Mufaniri
Staf Redaksi : Tuniek E.Barnasitah
Farida Hayati
Yudhi Haris Nurdian
Lay Out : Utomo Dwi Harsanto (Koordinator)
Tri Indro Purnomo
Yudhi Haris Nurdian
Distibusi dan Periklanan : Yusuf Ahmadi
Hirmawan Agus Susanto
Rr. Danar Widiyanti
Penelitian dan Pengembangan : M.Shalahuddin
Indra Gunawan
Wiwik Santri Pratiwi
Rudi Heriyus
Dokumentasi/Perpustakaan : Yudi Jiwandono

3. Periode 1995-1997
Pemimpin Umum : Ahmad Farid Effendy
Sekretaris Umum : Yudhi Haris Nurdian
Wakil Sekretaris Umum : Iswahyuni Puji Handayani
Bendahara Umum : Eny Srihastuti
Wakil Bendahara Umum : Andi Khaeriah
Pemimpin Redaksi : Farida Hayati
Wakil Pemimpin Redaksi : Fachry Cahyadi
Sekretaris Redaksi : Firman Prakarsa Alam
Redaksi Pelaksana : Ambar Briastuti
Firmansyah Irfan
Staf Redaksi : Erwin Muttaqin
Erina
Lay Out : Budi Arif Fakhruddin (koordinator)
Iwan Setiyanto
Fanny Ariffian
Fotografer : Zamal Nasiruddin
Distibusi dan Periklanan : Djony Afiqson (Koordinator)
Nurhana W
Penelitian dan Pengembangan : Supriyanto (Koordinator)
Ahmad Farid B.
Bisma Nusantara
Dokumentasi/Perpustakaan : Aris Sumargono
Kepala Kantor : Suroto

4. Periode 1999-2001
Pemimpin Umum : Sri Widadi
Sekretaris Umum : Aan Nasyruddin Sam
Wakil Sekretaris Umum : Henry Christianto (di ressufle) diganti Wiwin Windasari
Bendahara Umum : Erza Rahma Hajaty
Wakil Bendahara Umum : Giajeng Wulandari
Pemimpin Redaksi : Ida Bagus Ilham Malik diganti Henry Christianto
Wakil Pemimpin Redaksi : Evan Setiawan (di ressufle kemudian Wa.PemRed dihapus)
Redaktur Pelaksana : Ricky Ricardo (di ressufle)
Evan Setiawan
Ika Rini Widayati (di ressufle)
Waode Nur Huma
Farid Arman
Dian Kartika Desiskarini
Citra Agung Budi
Bimo
Shodiq Ash
Artistik/Fotografi : Muhammad Mashudi (di ressufle)
(Bidang diganti menjadi Farid Arman (di ressufle)
Rancang Grafis dan Fotografer) Darman Rambang
Edwin Sudiyono
Rancang Grafis : Muhammad Mashudi
Pandu Dimitri
Wisnu
Fotografer : Khoiril Ernandi
Yulia Sari
Penelitian dan Pengembangan : M.Bayu Aji
Setyoko
Nur Azizah (di ressufle)
Dessy Hermiyati
M.Ari Widi
Ery Purnomo Raharjo
Dokumentasi/Perpustakaan : Warjo
Wahyudin Ciptadi (di ressufle)
Nur Azizah
Ika Rini Widayati
Distribusi dan Periklanan : Wahyudin Ciptadi
Ricky Ricardo
Nur Hidayah
5. Periode 2001-2003
Pemimpin Umum : Nur Hidayah
Sekretaris Umum : Wiwin Windasari
Bendahara Umum : Giajeng Wulandari
Pemimpin Redaksi : Henry Christianto
Redaktur Pelaksana : Eko Prasetiyo
Staf Redaksi : Eka F.S
Swastika
Alif Kusno Hariyadi
Editor : Didi Sumartoyo
Rancang Grafis : Pandu Dimitri
Satrio Wicaksono
Fotografer : Yuhaga M. Jaya
Marwan
Distribusi, Iklan dan Dana : Farid Arman
Penelitian dan Pengembangan : Ery Purnomo R
Bimo Bakti
Dokumentasi/Perpustakaan : Ika Rini Widayati
Magang : Mukti Ardiansyah
Erlina
Deni
Kepala Kantor : Windarti
6. Periode 2006-2008
Pemimpin Umum : Listika Sari
Sekretaris Umum : Nawal
Bendahara Umum : Jumiati
Pemimpin Redaksi : Faris (non aktif)
Staf Redaksi : Anton (non aktif)
Robby Cahya Prasetya
Doddy Yudho.K
Zaidan Rusyadi
Rohmatullah Aeni
Nizar
Rancang Grafis : Alif Kusno Hariyadi
Eko (non aktif)
Koko (non aktif)
Fotografer : Padly Noviansyah
Dimas (non aktif)
Penelitian dan Pengembangan : Iwin (non aktif)
Pebry Ardiansyah
Dokumentasi/Perpustakaan : M.Irvan Fajar
Distribusi dan Periklanan : Mitha (non aktif)
Kepala Kantor : Windarti

7. Periode 2008-2009
Pemimpin Umum : Rohmatullah Aeni (Remet)
Wakil Pemimpin Umum : Zaidan Rusyadi (Zidan)
Sekretaris Umum : Harry Sucipta diganti oleh Alvian Saleh
Bendahara Umum : Hanum Nur Azizah
Pemimpin Redaksi : Pebry Ardiansyah (double job Rohmatullah Aeni)
Staf Redaksi : Listika Sari (non aktif)
Jumiati (non aktif)
Windu (non aktif)
Ardhita Rendra. P (mengundurkan diri)
Agri Kusumaningrum
Fairuz Zaharani
Kelviano. A. Muqit (mengundurkan diri)
Lay Out dan Rancang Grafis : M.Irvan Fajar (non aktif)
Doddy Yudho.K (non aktif)
Olpi Adriadi
Bernado Rizki (non aktif)
Ninda Anggita Sari
Zaidan Rusyadi (double job)
Fotografer : Annis (non aktif)
Muh. Auliya Muke (non aktif)
Ogi Saputra
Destianto Indra Putra
Distibusi dan Periklanan : Frans Andika
Rio Priwibowo (non aktif)
Ahmad Aditya Safarudin
Penelitian dan Pengembangan : Padly Noviansyah
Ari Candra (non aktif)
Ratih Dewantari (non aktif)
Nawal (non aktif)
Ratih Megawati
Kharisma Hidayanti
Dokumentasi/Perpustakaan : Alvian Shaleh (double job)
Fathurahman (non aktif)
Raviany Rizal
Kepala Kantor : Windarti
SOLID bagaikan air yang mengalir, apabila bertemu kolam ia akan tertampung, jika bertemu pipa panjang yang rata ia akan mengalir biasa, bila bertemu pipa miring maka airnya mengalir lebih cepat. SOLID tetap akan selalu ada. Kita hanyalah sebagian dari tempat-tempat persinggahan itu.

Tim Penyusun :
1. Rohmatullah Aeni (Pemimpin Umum 2008-2009)
2. M.Rudy Sulaksana (Pemimpin Umum 1992-1995)
3. Supriyatno (Pemprakarsa/Redaktur Tamu SOLID)
4. Nur Hidayah (Pemimpin Umum 2001-2003)
5. Utomo Dwi Harsono (Koordinator Layout 1992-1995)
6. Supriyanto Antok (Koordinator Penelitian dan Pengembangan 1995-1997)
7. Alif Kusno Hariyadi (Pejabat Sementara 2003-2006)

Tim Penghubung :
1. Eka Retna (PJS Pemimpin Umum 2001-2003)
2. Alif (PJS Pemimpin Redaksi 2001-2003)
3. Giajeng Wulandari (Wakil Bendahara Umum 1999-2001)
Sumber :
1. Laporan Pertanggung Jawaban Kepengurusan 1992-1995 (5 April 1995)
2. Wawancara dengan Supriyatno
3. Tulisan M.Rudy Sulaksana
4. Tulisan Utomo Dwi Harsono
5. Buku Sejarah dan Dinamika UII
6. Majalah SOLID Edisi 1, tahun XVI 1992 (KOKI SOLID)

Nb: Dengan adanya ini diharapkan SOLID selanjutnya lebih baik dan tidak akan usang dimakan waktu. Kami yakin akan hal itu!

 

Bagikan Artikel ini:

No Authors Are Currently Enabled

Tick the "Show On About Us Page Template" checkbox on each author profile you wish to showcase here.