Bagikan Artikel ini:
energiproduserende-bro-ben-tommy-eriksen

Memproduksi Energi dari Gelombang Air (sumber: Ben-Tommy Eriksen/NorNet)

SINTEF -sebuah lembaga riset, teknologi dan inovasi dari Norwegia- sedang mengkonsep teknologi baru yang berhubungan dengan jalan raya dan jembatan. Teknologi ini bukan dalam perkerasan jalan, geometri jalan, atau model struktur jembatan. Melainkan, sebuah teknologi di mana jalan raya dan jembatan bisa menghasilkan energi listrik.

Seperti yang kita ketahui, dalam pekerjaan konstruksi sampai jalan atau jembatan itu difungsikan, kita bisa menghitung berapa energi yang sudah dipakai dan keluar. Tentunya energi yang dkeluarkan itu tidak sedikit.

Konsep Power Road ini adalah di mana -mulai dari pekerjaan konstruksi sampai umur rencana- jembatan dan jalan raya tersebut harus menghasilkan lebih banyak energi dari yang mereka konsumsi.

Pertama-tama adalah di mana pada saat pekerjaan konstruksi, energinya harus dikurangi. Kemudian setelah jalan dan jembatan selesai dibangun, jalan dan jembatan tersebut mesti menghasilkan energi. Sistemnya adalah -misalnya pada jembatan- panel surya diletakkan di jembatan, kemudian turbin angin diinstalasikan ke dalam konstruksi. Setelah itu energi dapat diekstrak melalui arus dan gelombang air di bawah jembatan.

Hal itu, menurut Berit Laanke dari SINTEF, bertujuan untuk membuat konsumsi daya menjadi nol. “Hal ini utopis? Kita sangat baik dalam perjalanan menuju kesana (penerapan teknologi),” katanya. Musim gugur ini, menurut Laanke, mereka akan meluncurkan proyek-proyek kecil, terutama yang berhubungan dengan jembatan. “Kami fokus terkait pembangkit energi yang terhubung dengan jembatan,” ujarnya.

Beberapa lembaga pemerintahan yang tertarik terhadap teknologi ini adalah Departemen Administrasi Jalan Publik Norwegia atau Statens Vegvesen kalau dalam bahasa Norwegia. Lembaga ini telah tertarik dengan penggunaan energi untuk kebutuhan sosial selama bertahun-tahun. Proyek besar yang akan dikerjakan Vegvesen adalah jembatan tol, dengan nama E39, di mana feri bebas melewatinya tanpa perlu mengangkat jembatannya. Dan proyek tersebut sangat mengeluarkan energi yang besar  sehingga Vegvesen tertarik bekerja sama dengan SINTEF.

Proyek E39 akan melibatkan investasi besar-besaran. Sehingga, penerapan panel surya dan turbin angin bisa dibuat, dan mulai menerapkan konsep “Power Road” tersebut.

Power Road tersebut, menurut Laanke, mesti harus fokus pada pembangkit energi yang terbarukan dan dikombinasikan dengan penggunaan material-material lokal. “Jika kita melihat seluruh siklus hidup jembatan, kita bisa mengembangkan desain yang mengurangi konsumsi material (reduction in material consumption) dan pemeliharaan yang hemat energi (energy-efficient maintenance),” kata Laanke.

Laanke membayangkan, di masa depan, teknologi ini akan berkembang dan tidak hanya berorientasi pada pembangkit energi melalui jembatan. Melainkan, melalui peran mobil listrik . Ia menjelaskan bahwa bukan tidak mungkin jalan raya memanen energi listrik dari mobil listrik tersebut.

Sumber: Sciencedaily.com, Gemini.no, Sintef.no

Mufli Muthaher

 

Bagikan Artikel ini: