Bagikan Artikel ini:

SOLIDpress.co, Kampus Cik Di Tiro UII – Di tengah perayaan Malam Misa Natal (24/12) yang diperingati oleh umat Kristiani, Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII) gelar aksi galang dana untuk korban konflik peperangan di Suriah, korban kelompok umat muslim Rohingya di Myanmar, dan korban bencana alam banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Tegar Ramadiansyah selaku Anggota Komisi 2 Bidang Eksternal Dewan Permusyawaratan Mahasiswa UII (DPM UII) aksi ini digelar sebagai respon terhadap bencana kemanusiaan dan alam di tiga tempat tersebut. Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan ini juga menambahkan bahwasanya aksi ini adalah bentuk kontribusi nyata mahasiswa UII kepada masyarakat yang mengalami musibah.

“Sebagai mahasiswa Universitas Islam Indonesia kita memiliki tanggung jawab dan moral untuk melaksanakan aksi ini,” tegas Tegar.

Rahmayati Koto, salah seorang peserta aksi yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam UII Angkatan 2015 menceritakan bahwa keikutsertaanya dalam aksi ini adalah murni dorongan kemanusiaan. Rahmayati menambahkan bahwa penggalangan ini sejatinya belum bisa secara maksimal membantu korban, “Namun paling tidak kita bisa terjun langsung untuk membantu sesama yang tertimpa musibah di sana, walaupun hanya membantu sedikit dari yang mereka butuhkan.”

Rahmayati berharap korban-korban yang tertimpa musibah bisa diperhatikan dengan baik oleh pemerintah setempat dan agar lebih banyak lagi masyarakat yang peduli serta membantu sesama yang tertimpa musibah.

Ia juga berharap KM UII, melalui lembaga-lembaga mahasiswanya, bisa memberikan penyadaran bagi mahasiswa UII agar bisa peduli dan bergerak secara kolektif untuk misi kemanusiaan tersebut. “Semoga aksi ini kedepannya bisa dibangun dari hati nurani dan keikhlasan yang semata-mata Lillahi Ta’ala,” harapnya.

Khusus persoalan Suriah dan Rohingya yang sampai saat ini belum selesai persoalannya, Tegar mengatakan bahwa rencana kedepannya akan mengadakan diskusi dan kajian seputar konflik umat muslim di sana. “Harapannya bisa memberikan informasi kepada mahasiswa UII seputar isu ini dan sekaligus agar lebih banyak lagi yang peduli,” jelas Tegar. Tegar menambahkan bahwa diskusi dan kajian tersebut nantinya akan mengundang relawan-relawan yang terjun langsung ke medan konflik, “Relawan di Aleppo akan kami bawa ke UII melalui kerja sama dengan ACT.”

Aksi galang dana ini sendiri dilakukan di tiga titik yakni Alun-Alun Kidul, Kilometer Nol, dan Perempatan Gramedia Jl. Jend. Sudirman. Berdasarkan pantauan, aksi ini berlangsung setelah magrib sampai pukul 22.30 WIB. Menurut salah seorang panitia lapangan, dana yang terkumpulkan dalam aksi ini adalah sebesar Rp. 6.872.000,-. Aksi ini juga bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang merupakan organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global. Dana yang terkumpul tersebut akan didistribusikan ke korban melalui ACT.

Pra Aksi

Tegar menceritakan sebelum aksi ini dilakukan Lembaga Eksekutif Mahasiswa UII (LEM UII) dan lembaga kemahasiswaan fakultas sebenarnya telah melakukan penggalangan dana di masing-masing fakultas yang berfokus untuk Suriah, namun belum mengatasnamakan KM UII secara penuh. “Setelah dikoordinasikan kembali ternyata semua satu frame untuk mengadakan aksi hari ini,” ujarnya.

Ditemui di sela-sela aksi galang dana, Sobar Ganda Permana selaku Koordinator “Pandangan dan Tindakan Kritis Gempur Tirani” atau disingkat Pantik Geni -yang merupakan forum diskusi mahasiswa yang berbasis di FTSP- ini menceritakan bahwa di kesempatan yang lain, sebelum aksi galang dana di jalan ini dilakukan, Pantik Geni dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat UII (KAMMI UII) secara informal sebenarnya berencana menginisiasi gerakan peduli Suriah juga.

Namun, tambahnya, ternyata dari lembaga internal mahasiswa sendiri telah melakukan penggalangan dana di tiap-tiap fakultas. “Maka dari itu kami (KAMMI UII, Pantik Geni dan berberapa mahasiswa UII) kemudian mengundang Ketua LEM UII untuk bergerak secara kolektif dan juga ingin memastikan lembaga internal mahasiswa bergerak secara cepat dalam melakukan penggalangan dana,” jelas Sobar. Setelah undangan itu diterima, lanjut Sobar, Ketua LEM UII dan DPM UII kemudian memastikan untuk menggelar aksi penggalangan dana ini secara kolektif yang mengatasnamakan KM UII secara penuh.

Kedepannya, Sobar berharap kepada lembaga kemahasiswaan UII bahwa aksi ini jangan terhenti di penggalangan dana saja. Namun, lanjutnya, bisa dilakukan kajian-kajian serta diskusi  yang lebih komprehensif. “Harapannya, dengan dilakukan kajian dan diskusi tersebut, KM UII  juga berkontribusi dalam bentuk buah pemikiran,” tutupnya.

Bagikan Artikel ini: