Bagikan Artikel ini:

“Mempertemukan Indonesia dan Nigeria sama saja membiarkan berbagai narasi yang hidup untuk saling berbicara dan saling mengoreksi” begitulah kalimat pembuka dalam deskripsi pameran bertemakan Hacking Conflik yang diadakan sejak tanggal 1 November hingga 10 Desember di  jogja national museum ini. Acara pameran ini masuk dalam Proyek Biennale Jogja seri Equator yang disingkat menjadi Biennale Equator yang beragendakan hingga tahun 2022. Pada pameran kali ini Biennale Jogja menyuguhkan karya-karya yang tidak hanya bisa dilihat saja namun juga membutuhkan partisipasi langsung dari para pengunjung untuk memberi makna pada karya tersebut contohnya seperti Gurah mata dan margi wuta #2.

Hacking Conflict. Indonesia meets Nigeria seperti namanya, merupakan ajang tampil bagi seniman Indonesia dan Nigeria yang masuk dalam jajaran Negara yang dilewati garis katulistiwa (Equator). Salah satu pesan yang penulis sukai dari pameran ini bahwa konflik harus dilihat secara positif, baik Indonesia dan Nigeria sama-sama memiliki konflik yang harusnya perlu dikelola untuk mendapatkan keharmonisan.

(baiq raudhatul jannah) 

Bagikan Artikel ini: