Bagikan Artikel ini:

SOLIDpress.co, Kampus UII– 19th International Symposium of Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) kembali dilaksanakan untuk kali ke-19 yang berlangsung di Yogyakarta, 11-13 Oktober 2016. Pada gelaran tahun ini giliran program studi Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda tahunan tersebut. FSTPT sendiri sekarang sudah beranggotakan 114 perguruan tinggi di Indonesia.

Miftahul Fauziah, Ketua Penyelenggara FSTPT ke-19

Miftahul Fauziah, Ketua Penyelenggara FSTPT ke-19 sekaligus menjabat Ketua Jurusan Teknik Sipil UII

FSTPT ke-19 dengan agenda utama berupa simposium (pertemuan ilmiah) yang mengambil tema “Connecting Regions and Improving Mobility to Foster Nation’s Competitiveness and Resilience” ini disesuaikan guna upaya untuk mengurangi resiko bencana di Indonesia, seperti disampaikan oleh Ketua Panitia 19th International Symposium of FSTPT Miftahul Fauziah. “Untuk tema sendiri itu disesuaikan dengan program studi kita yang berupaya mengurangi resiko bencana dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana nasional”. Selain itu alasan lain diambilnya tema tersebut yaitu untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan ketahanan nasional dibidang transportasi.

International Symposium didahului dengan Independent Workshops dan FSTPT General Assembly Meeting (Rapat Anggota) pada 11 Oktober 2016. Dilanjutkan dengan agenda inti bertajuk The 19th Symposium of FSTPT yaitu pertemuan ilmiah berupa presentasi paper oleh masing-masing peserta International Symposium pada 12 Oktober 2016. “Pada tahun ini, Alhamdulillah peserta yang sudah terdaftar mencapai 570 peserta, tapi dari semua itu bukan presentator paper. Sedangkan untuk paper yang masuk sebanyak 354 paper, kemudian direview yang dinyatakan lolos dan dipresentasikan ada 250 paper,” tutur Miftahul Fauziah.

Pada acara Opening Ceremony 19th International Symposium of FSTPT yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito, UII menghadirkan 2 Keynote Speaker yaitu Prof. Dr. Siti Malkhamah (Universitas Gadjah Mada) dan Prof. Dr. Atsushi Fukuda (Nihon University).

Salah satu dari sekian kegiatan workshop yang diadakan di kampus FTSP

Salah satu dari sekian kegiatan workshop yang diadakan di kampus FTSP (Foto/Arnaz)

Siti Malkhamah yang memaparkan tentang Peran Transportasi dalam Peningkatan Daya Saing dan Ketahanan Bangsa, mengatakan itu hal yang sangat penting karena transportasi adalah salah satu hal yang pokok untuk menunjang segala aspek kehidupan. “Bagaimana transportasi bisa meningkatkan produktifitas kehidupan, memiliki peran politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dan sebagainya. Acaranya juga sangat bagus karena FSTPT ini sudah berlangsung 19 tahun dan ini pertemuan rutin perguruan tinggi dibidang transportasi diseluruh Indonesia untuk silaturrahmi, bertukar ilmu, research, dan juga untuk meningkatkan semangat mahasiswa juga dibidang transportasi,” ungkap Guru Besar program studi Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada itu.

Rangkaian acara diakhiri dengan social programs yaitu field trip ke Wisata Gunung Merapi dan Pertunjukan Sendratari Ramayana di kawasan Candi Prambanan pada hari terakhir, 13 Oktober 2016. Secara keseluruhan, acara FSTPT berlangsung dengan lancar dan sukses. Choirunisa Saumi, salah satu panitia dari mahasiswa bagian registrasi mengakui acara yang telah berlangsung sudah sesuai yang direncanakan oleh panitia, “Ada sedikit kendala, mungkin masalah koordinasinya saja kurang transparansi, kurang terperinci jobdesc antara panitia dosen dan mahasiswa. Acaranya sendiri memang besar, ada sedikit kelupaan itu wajar. Contohnya pas bagian registrasi ada beberapa hal yang miss pada hari pertama, selain itu lancar semua,” tegas Mahasiswa Teknik Sipil semester lima tersebut.

Selaras dengan panitia penyelenggara, Ingrid Sitorus salah satu peserta sekaligus presentator paper pada kategori English Paper juga memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan 19th International Symposium of FSTPT. “Kalau dari segi substansial, aku ngerasa FSTPT nice banget. Berhubung saya sangat cinta dengan transportasi dan senang ada forum ini yang memfasilitasi mahasiswa yang cinta dengan transportasi, bisa kumpul dan sharing ilmu disini. Secara operasional saya sangat senang dengan FSTPT tahun ini juga karena sangat amat ontime dan punctual untuk setiap acara dan kegiatannya,” tutur Mahasiswa Universitas Indonesia yang menyandang freshgraduate tahun ini tersebut.

Ingrid Sitorus, salah satu presentator paper dalam kategori English Paper dari Universitas Indonesia

Ingrid Sitorus, salah satu presentator paper dalam kategori English Paper dari Universitas Indonesia (Foto/Baiq)

Menanggapi keadaan sistem transportasi di Indonesia, Siti Malkhamah menuturkan bahwa dewasa ini ada kemajuan yang signifikan untuk sistem transportasi tapi juga masih ada beberapa yang harus ditangani. “Pertama, kaitannya dengan kemacetan itu masih harus ditangani. Kedua, peran dari masing-masing moda transportasi juga belum seimbang, mestinya untuk perjalanan jarak jauh harusnya pakai kapal dan pesawat, jarak menengah pakai kereta, tapi nyatanya jarak menengah saja sekarang banyak yang memakai pesawat. Juga pada simpul-simpul kawasan publik, misalnya pada bandara harusnya terintegrasi dengan kereta api dan kemana-mana harusnya kita memakai angkutan umum,” jelasnya.

Ingrid Sitorus dalam papernya “Analysing Operational System Of Container Loading-Unloading In JICT Jakarta And Port Of Lamong Bay Surabaya”, berisi tentang sistem operasional bongkar muat kontainer di dua pelabuhan yang sangat berbeda. Pelabuhan pertama adalah Tanjung Priok di Jakarta yang masih menggunakan sistem operasional konvensional, sedangkan pelabuhan kedua adalah Terminal Teluk Lamong di Surabaya yang menggunakan sistem operasional otomatis pertama di Indonesia. Dari sistem tersebut saja sudah memberikan perbedaan, dimana sistem operasional otomatis lebih cepat dari segi waktu dan mengurangi biaya operasional pelabuhan.

“Peran mahasiswa dibidang tansportasi di Indonesia sangat dibutuhkan menurutku. Mahasiswa nantinya akan menjadi local expert dibidang transportasi. Sejauh ini saya melihat banyak mahasiswa yang memiliki minat yang besar dibidang transportasi khususnya di tempat saya, Universitas Indonesia,” tambah Ingrid.

Siti Malkhamah mengingatkan bahwasannya mahasiswa juga dapat berperan dengan cara mendukung pemerintah, menyuarakan bahwa mahasiswa membutuhkan moda transportasi umum yang layak, dan belajar. “Sedangkan institusi Perguruan Tinggi dapat mendorong pemerintah dengan memberikan perencanaan sistem transportasi di Indonesia,” pungkasnya.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Program Studi Teknik Sipil UII Miftahul Fauziah berharap acara ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak yang terkait dan menjadi wadah silaturrahmi antar Perguruan Tinggi khususnya dibidang transportasi. “Semoga kedepannya sistem transportasi di Indonesia lebih berkembang ke arah yang lebih baik dengan adanya program-program seperti ini,” harapnya.

Internasional Symposium FSTPT ke-20 akan dilaksanakan di Makassar tahun 2017 mendatang.

 

Bagikan Artikel ini: