Bagikan Artikel ini:

SOLIDpress.co, FTSP– Kepala Jurusan Teknik Lingkungan, Hudori, membubarkan rapat mahasiswa yang membahas tentang persiapan Malam Keakraban Mahasiswa Teknik Lingkungan atau Lintas Lingkungan (Lilin) pada Sabtu (4/6). Hudori saat ditemui awak SOLID di ruangannya mengaku membubarkan rapat tersebut bukan tanpa alasan. Beliau melakukan hal itu karena mendapat keluhan dari orang tua seorang mahasiswi. “Sempat menelpon beberapa kali, lalu menanyakan tentang rapat tersebut dan karena diminta mengecek acara tersebut, saya langsung cek karena kebetulan di kampus,” ujarnya.

Pria lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut mengaku kaget melihat kondisi rapat yang belum dimulai dikarenakan belum terpenuhinya kourum pada rapat tersebut. “Saya datang setengah lima tapi rapat belum dimulai juga, padahal seharusnya mulai rapatkan jam satu,” sambungnya. Akibatnya, beliau juga menilai rapat tersebut bertele-tele karena menghabiskan waktu mahasiswa yang seharusnya dapat digunakan untuk waktu belajar atau mengerjakan tugas kuliah.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Sandy Trisatya jika ingin berbicara tentang otoritas jurusan terkait pembubaran tersebut, maka jurusan tidak punya hak sama sekali. Tetapi dia juga memaklumi tindakan kepala jurusan tersebut karena merasa beliau punya tanggung jawab atas itu. “Secara birokrasi sebenarnya tidak punya hak, tapi kalo ngomong tanggung jawab dia punya, karena wali mahasiwa kan menyerahkan anak mereka ke jurusan,” ungkapnya saat ditemui di ruang HMTL.

Senada dengan yang disampaikan oleh Sandy, Hamidi Safar yang merupakan bagian dari Steering Committee (SC)  menyayangkan pembubaran tersebut. “Jurusan juga legowo,  misal ada saran dari jurusan ya diberi saran aja, jangan tau-taunya marah kayak begini juga. Kami kan juga capek menjalaninya,” ujar pria berkacamata tersebut.

Kedepannya Hudori berharap untuk HMTL agar mengkomunikasikan lagi perihal Lilin secara intens dan detail sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini. “Jika melihat kepengerusan yang dulu, intensitas pertemuan itu sering dengan kita dibandingkan yang sekarang.” Meski begitu, jurusan tidak menyalahkan sepenuhnya kekurangan tersebut kepada HMTL.

Hal tersebut rupanya juga dirasakan oleh Hamidi yang memang merasa pertemuan kepada jurusan yang tidak cukup sering. “Tidak intens sih. Masih belum lah, kita kan juga baru mulai kepanitian. Jadi belum banyak kebutuhan ke jurusan,” tutupnya ketika ditemui usai perkuliahan.

Mengenai nasib Lilin tersebut, Hudori mengaku telah menyampaikan kepada Yebi Yuriandala sebagai wakil kemahasiswaan Jurusan Teknik Lingungan untuk meminta SC dan himpunan mendiskusikan hal ini. Berkaitan dengan hal tersebut, Sandy sedang menyiapkan hal-hal terkait audiensi dengan pihak jurusan nantinya. “Terkait audiensi, sedang dijadwalkan dan sedang mempersiapkan yang di audiensikan. Takutnya, nanti tambah masalah jika kami tak siap nanti,” pungkasnya saat itu.

Bagikan Artikel ini: