Bagikan Artikel ini:

Solidpress.co, Kampus Pusat UII– Selasa (31/5), ratusan mahasiswa yang mayoritas dari Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan unjuk rasa. Massa bergerak dari gedung FIAI dan berlanjut ke gedung  rektorat UII. Adapun tuntutan yang dibawa adalah sebagai berikut yakni; Meminta dukungan dari pihak dekanat untuk turun aksi guna memperjuangkan pembangunan FIAI, meminta kejelasan master plan FIAI ke pihak rektorat, meminta kejelasan ke pihak Badan Wakaf terkait kejelasan FIAI.

Aksi ini berjalan damai dan berujung pada sebuah audiensi antara pihak rektorat dengan mahasiswa. Dari pihak rektorat diwakili langsung oleh rektor UII, Harsoyo dan dua wakilnya, Abdul Jamil dan Ilya Fajar Maharika. Dalam audiensi tersebut mahasiswa FIAI merasa sebagai anak tiri karena kurangnya perhatian dari pihak rektorat dan berlarut-larutnya masalah pembangunan FIAI tanpa kejelasan. “Kami melihat bahwa FIAI kurang diperhatikan karena permasalahan ini sudah lama ada. kemudian tidak ada pengarahan dari rektorat ,” ujar Ipang Abdul Gopar, Sekjen Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIAI.

Menurut Harsoyo, rektor UII, mahasiswa bebas menilai karena itu adalah hak dari mahasiswa. ”FIAI yang sekarang dipakai, di mana statusnya masih laboratorium dari Fakultas Teknik Industri (FTI) dulu gentengnya banyak yang melorot. Itu saya datang sediri, saya cek sendiri. Kemudian saya sampaikan ke Badan Wakaf bahwa itu perlu diperbaiki. Kemudian digantilah sekarang menjadi lebih baik.” Harsoyo menyampaikan kepeduliannya. Harsoyo menilai tidak ada yang dianak-tirikan. Semua mempunyai prioritas yang sama. Masalah pembangunan, Harsoyo sudah meminta kepada dekan untuk mengajukan rencana pengembangan dari FIAI. Namun, rencana pengembangan tersebut dinilai belum definitif. Kemudian dibentuk tim untuk membantu rencana pengembangan tersebut yang kemudian akan diajukan ke Badan Wakaf.

Suasana audiensi (Foto oleh: Suko Prayitno)

Suasana audiensi (Foto oleh: Suko Prayitno)

Audiensi antara kedua belah pihak ini menghasilkan beberapa hal terkait pembangunan FIAI yaitu usulan teknis rektorat selesai 20 juli 2016, sosialisasi teknis oleh pihak rektorat, dekanat, dan lembaga kemahasiswaan FIAI sekitar pada bulan Agustus mendatang. Hasil audiensi ini tertulis hitam di atas putih serta ditandatangani oleh Harsoyo dan salah satu perwakilan mahasiswa.

Dalam audiensi itu pula mahasiswa FIAI meminta dukungan dari rektorat untuk langsung melanjutkan aksi ke Badan Wakaf. Namun, menurut Harsoyo, terkait usulan perencanaan yang masih dalam proses, tidak menyarankan untuk melanjutkan aksi ke Badan Wakaf dulu dikarenakan akan sia-sia. Senada dengan rektor UII, Jamil juga merasa hal itu belum bisa dilakukan karena data yang masih kurang. “Kalau memang butuh dukungan itu jangan sekarang, takutnya nanti terjadi salah paham. Tunggu semuanya clear, kita selesaikan dan serahkan bahannya ke Badan Wakaf, baru aksi bisa berlanjut kesana (Badan Wakaf -red),” terangnya.

Di akhir aksi tuntutan, Ilya Fajar Maharika sebagai wakil rektor 1 menemui mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di depan gedung rektorat. “Saat ini  ada tim yang dibentuk universitas untuk menangani proses pengusulan gedung FIAI dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) untuk nanti diserahkan kepada yayasan.” Ilya menanggapi di depan massa yang juga menjadi bagian dari tim tersebut. Menurutnya, ke depan permasalahan ini harus diselesaikan secara birokratis.

Ketua DPM FIAI, Riyan Rizki Manaf merasa masih belum puas terhadap bantuan dekan dan rektor. ”Kami kurang puas karena target kami ada ketok palu, ada hitam di atas putih mengenai gagasan pembangunan FIAI,” ungkapnya.  Di lain sisi Riyan juga mengucapkan terima kasih atas respon dari dekanat dan rektorat. “Paling tidak dekan dan wakil dekan menyetujui aksi ini walaupun sedikit terpaksa. Dari jajaran rektorpun mempercepat perencanaan yang berkisar 6 bulan menjadi 2 bulan,” tambah Riyan yang juga sebagai koordinator umum aksi.

Bagikan Artikel ini: