Bagikan Artikel ini:

(Solidpress.co, Kampus Terpadu UII) Aksi damai ratusan mahasiwa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria menolak kedatangan Ganjar Pranowo untuk datang ke Universitas Islam Indonesia (UII) yang berlangsung  pada senin (02/04) di sekitar gedung Kahar Muzakir.  Aksi tersebut merupakan aksi dari kekecewaan mahasiswa atas banyaknya konflik agraria yang masih belum terselesaikan di Jawa Tengah dan masih berlangsung hingga hari ini.

Aksi tersebut juga telah diizinkan oleh Wakil Rektor III UII Abdul Jamil  setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Nurcholis Ainul RT selaku Koordinator Umum (Kordum) aksi tersebut. “Saya mendukung anda (massa aksi) untuk berdemo dengan syarat tidak menghalangi jalan masuknya ini (kampus) dan harus tertib,”  ujar Jamil saat berada di tengah-tengah aksi tersebut.

Aksi tersebut berlangsung hingga malam hari dan mengubahh arah menuju sebelah barat gedung Auditorium Kahar Muzakir. Aksi tersebut juga diwarnai aksi teatrikal yang diusung oleh beberapa mahasiswa Arsitektur UII. Setelah berorasi di sekitar area tersebut, akhirnya  Ganjar Pranowo  menemui mahasiswa yang telah dari sore hari ingin menyampaikan aspirasi mereka. Pertemuan tersebut diawali dengan pembacaan tuntutan aksi yang telah disiapkan oleh massa aksi dan dibacakan oleh kordum dengan lantang menggunakan megaphone berwarna merah.

Ganjar Pranowo selaku gubernur menyampaikan bahwa ia tidak datang dalam maksud mempolitisasi kampus. “Saya hadir malam ini atas undangan TV One dan saya menghormati undangan tersebut untuk hadir pada acara malam ini.” Dia juga menambahkan adapun konflik agraria yang terjadi di Urutsewu, kabupaten Kebumen, yang melibatkan petani dan militer masih dalam tahap penyelesaian. “Sekarang dokumennya sudah jadi. Sebentar lagi finalisasi dan kita berikan kepada presiden. Persoalan itu ada di tingkat BPN, kabupaten, dan konflik yang muncul adalah soal kepemilikan. Seluruh kopi sertifikat yang ada sudah di tangan saya. Berikutnya, tinggal kita sampaikan keputusan politik karena ini sudah sampai di Komisi I DPR.  Tinggal kita menentukan keputusan yang ada di pusat,” ujarnya.

Salah seorang massa aksi juga mempertanyakan keberpihakkan Ganjar Pranowo terhadap kerusakan lingkungan di Rembang. Ganjar mengatakan bahwa ia berpihak kepada ahli yang pernyataannya dapat dipertanggung jawabkan. “Ahli yang mempunyai kemampuan  di bidang itu dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kordinator Umum Aksi, Nurcholis Ainul R.T, yang saat ditemui usai aksi tersebut merasa cukup puas dengan aksinya karena Ganjar bersedia menemui massa. Akan tetapi, ia merasa jawaban Ganjar masih terkesan normatif. Oleh karena itu, ia merasa harus tetap mengawal isu agraria di Jawa Tengah. “Akan terus memantau bagaimana kebijakan Ganjar Pranowo dan perjuangan kita tidak sampai di sini,” imbuhnya. Mahasiswa Teknik Informatika UII ini juga menyampaikan perlu adanya pertemuan kembali untuk aliansi ini mengingat pada belum ada pertemuan untuk kelanjutan tentang bagaimana pengawalan kasus tersebut.

Pada pertemuan tersebut juga dititipkan kenang-kenangan yang berupa data-data tentang konflik  agraria yang terjadi di Jawa Tengah dan sebuah lukisan yang menggambarkan Ganjar Pranowo dengan giginya yang seperti drakula dan lambang PT. Semen Indonesia di dahinya,  sementara tangannya menggenggam petani. Lukisan itu dilukis dengan latar pabrik yang mengepulkan asap. Pada akhir aksi tersebut, Ganjar juga menyampaikan terima kasih kepada massa aksi yang telah menolak kedatangannya. “Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang ingin menolak kedatangan saya dan juga sebaliknya (yang menyambut kedatangan saya -red). Bagi saya kritik adalah vitamin ,” tutupnya malam itu.

Bagikan Artikel ini: