Bagikan Artikel ini:

(Solidpress.co, Kampus Terpadu UII) Senin (2/5) Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria mengadakan aksi untuk menolak kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Universitas Islam Indonesia. Seperti yang diketahui, Ganjar Pranowo diundang sebagai narasumber dalam acara salah satu televisi swasta. Berikut di bawah ini adalah rilis pers dari aksi “Menolak Lupa Kasus Konflik Agraria” tersebut.

Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria
Siaran Pers

Konflik-konflik agraria yang banyak terjadi di Jawa Tengah penyelesaiannya masih jauh dari harapan, Terbukti dari berlarut-larutnya konflik yang terjadi. Sudah banyak yang menjadi korban karena konflik agraria ini, utamanya adalah para petani yang mana mata penghidupannya terambil, Kekayaan sumber daya yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, diprivatisasi oleh golongan tertentu. Sementara rakyat hanya menerima ampas nya saja, kerusakan lingkungan, kehilangan penghidupan, hingga tak tahu lagi apa yang mau diwariskan. Jangankan mewariskan kepada turunannya, mendapat penghidupan yang layak untuk diri sendiri saja menjadi mustahil karena hadangan korporat.

Konflik lahan yang terjadi di Jawa Tengah diantaranya terjadi di Rembang, antara petani dengan PT Semen Indonesia. Di Pati, antara petani dengan anak perusahaan PT Indocement yakni PT Sahabat Mulia Sakti. Di Batang, antara petani dengan pemerintah dan PT Bhimasena Power Indosesia yang akan membangun PLTU. Di Wonogiri, antara warga dengan PT. Batik Keris. Konflik di Urutsewu, Kebumen melibatkan petani dengan militer. Di Cilacap, antara petani dengan PT Perhutani dan TNI. Di Banyumas, antara petani dengan PT Perkebunan Nusantara X. Di Sragen, antara petani dengan PT Perkebunan Nusantara XI. Di Kendal, antara warga dan petani dengan PT Perhutani, dan di Gombong, Kebumen antara petani dengan PT Semen Gombong. Konflik ini sampai sekarang belum terselesaikan.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah tak acuh dengan sikap “konstitusional”-nya. Melemparkan konflik-konflik agraria ke pengadilan begitu saja tanpa pengawalan, menunjukkan ketidakberpihakannya kepada rakyat. Kampanye yang digadang-gadang pada saat pencalonannya hanyalah upaya penarik simpati rakyat. Sedikit mengingatkan ketidak-konsistenan dari Ganjar, berikut adalah beberapa misi pada kampanyenya:

1.Membangun Jawa Tengah berbasis ekonomi rakyat dan kedaulatan pangan.
2.Memastikan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Satu hal yang paling penting untuk diketahui, Senin 2 Mei 2016 Ganjar akan datang ke Universitas Islam Indonesia (UII) dalam acara Suara Rakyat yang diadakan oleh TV ONE. Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria dari gabungan mahasiswa beberapa universitas yang ada di Yogyakarta akan menggelar aksi di Kampus Pusat UII dalam rangka bersolidaritas kepada petani-rakyat di Jawa Tengah. Dengan demikian, Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria pun membawa empat tuntutan, yaitu:

1.Tolak Kedatangan Ganjar Pranowo ke Universitas Islam Indonesia
2.Tolak Intervensi Politik Praktis Masuk Kampus
3.Selesaikan Konflik-konflik agraria yang ada di Jawa Tengah
4.Pemerintah sebagai aparatus negara harus bersikap membela rakyat dan berhenti melakukan tindakan represif ke rakyat dengan militernya dalam menangani konflik agraria.
5.Tegakkan Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960 dengan sebenar-benarnya, serta tegas memasukannya dalam politik negara.

Bersama ini, kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa, khususnya seluruh mahasiswa yang menggali ilmu di D.I. Yogyakarta dan mahasiwa seluruh Indonesia dan rakyat di sektor lainnya untuk bersama-sama memberikan dukungan dan solidaritasnya. Kami pun berharap akan kehadiran Media yang Bapak/Ibu Pimpin untuk meliput dan menyebarkan Berita Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria tersebut.
Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Petani Indonesia! Jayalah Agraria!

D.I. Yogyakarta, 30 April 2016
Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria
(Narahubung: 081930433137)

Bagikan Artikel ini: