Bagikan Artikel ini:

 

Judul: Zootopia

Sutradara: Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush

Pengisi Suara: Ginnifer Goodwin, Jason Bateman, Shakira, Alan Tudyk, John DiMaggio

Rilis: 4 Maret 2016 (Amerika)

Durasi: 1 jam 48 menit

***

Film bertemakan dunia hewan ini digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film  Frozen, yang sampai saat ini masih menjadi film animasi paling banyak ditonton di dunia sepanjang masa.

Dikisahkan seekor (atau seorang) kelinci bernama Judy Hopps yang bercita-cita menjadi polisi meskipun mendapat banyak cemoohan. Orangtuanya sendiri pun tidak mendukung cita-cita Judy karena menganggap tidak mungkin seekor kelinci menjadi polisi dengan segala keterbatasan yang dimiliki kelinci.

Namun, sepuluh tahun kemudian saat sudah dewasa, Judy benar-benar berhasil membuktikan kemampuannya. Ia lulus dari Akademi Kepolisian sebagai lulusan terbaik dan ditugaskan di Zootopia, kota ‘metropolitan’ yang Judy definisikan sebagai ‘Place where anyone can be anything’.

Judy begitu bersemangat di hari pertamanya bekerja. Namun ternyata, di PZD, kantor tempatnya bertugas, ia tetap mendapat cemoohan. Di saat rekan-rekannya diberikan kasus besar, Judy hanya dijadikan petugas tilang parkir. Meski begitu, dari sanalah ia bertemu dengan Nick Wilde, seekor rubah, yang lagi-lagi culas. Siapa sangka, Nick justru menjadi temannya dalam menyelidiki kasus hewan-hewan yang hilang.

Dibanding film-film animasi sebelumnya, kali ini film animasi persembahan Disney ini agak berbeda. Mengonsepkan kota dengan hewan-hewan yang hidup berdampingan, Zootopia menawarkan ide bahwa dunia hewan jauh lebih kompleks daripada manusia. Perbedaan antar spesies serta adanya jurang antara pemangsa dan mangsa, menjadikan dinamika kehidupan di Zootopia sangat menarik untuk ditonton.

Perjuangan dan petualangan Judy untuk memecahkan kasus sangat mendebarkan, bahkan beberapa kali penonton diajak menahan napas, terbawa atmosfer film. Artinya, bukan hanya gerak-gerik pemain yang diatur dengan saksama dan tanpa cela, musik pengiring film pun terasa pas. Tidak berlebihan mengambil porsi film, namun tetap berhasil menghidupkan setiap adegannya.

Humor yang ditawarkan bukan hanya segar, namun juga menggelitik. Lihat saja bagaimana Flash, si Kukang bisa membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Humor semacam ini, belum pernah saya tonton di film animasi manapun. Atau saat Pak Bogo, kepala kepolisian PZD kepergok mengidolakan Gazelle, penyanyi terkenal di Zootopia.

Namun, porsi Nick Walde di film ini masih terasa kurang. Padahal, dia salah satu pemeran utama dan memegang peranan penting dalam keseluruhan film. Nick Si Rubah, meski sempat diceritakan masa lalunya hingga secara emosional mempengaruhi penonton, namun masih kurang dieksplor kehidupannya. Beruntung, hal itu tertutupi dengan skenario, animasi, musik, dan plot yang apik. Ditambah, pesan moral dari film ini yang sungguh kuat memengaruhi penonton sejak awal.

Selamat menonton.

 

Bagikan Artikel ini: