Bagikan Artikel ini:

jagal

Judul: Jagal – The Act Of Killing

Rilis: 1 november 2012

Produksi: Final Cut for Real

Durasi: 159 menit

Sutradara : Joshua Oppenheimer

 

Film Jagal – The Act Of Killing adalah dwilogi dari film ini sendiri dan film Senyap – The Look Of Silence (2014). Film yang di angkat dari kejadian sekitar tahun 1965-1966 di medan ini disutradarai oleh Joshua Oppenheimer yang merupakan lulusan Harvard University.

Film ini juga menampilkan hal yang menarik, dimana di dalam proses pembuatan  di tampilkan pula proses tentang penumpasan simpatisan atau orang yang di anggap simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) sendiri. Hal itu membuat para penonton seperti menonton dua film yang bersamaan.

Anwar Congo yang merupakan salah satu algojo dalam penumpasan simpatisan PKI tersebut merasa bangga kepada dirinya sendiri karena dapat membantu pemerintahan saat itu untuk menumpas komunis yang dianggap dapat mengganggu stabilitas negara. Anwar juga mempraktekan sendiri bagaimana dia membunuh orang-orang yang di anggap komunis itu dalam film ini, dengan mengikat kawat di leher orang tersebut dan menariknya hingga tewas tak bernyawa.

Anwar tidak sendirian, dia juga bersama rekan-rekan  lainnya juga menghabisi komunis pada masa itu dengan cara-cara yang nyaris di luar akal sehat manusia. Misalkan dengan menaruh leher simpatisan komunis tersebut di kaki meja yang berjumlah empat buah tersebut dan langsung di duduki meja tersebut. Tak lupa, sambil menggenjot meja mereka bersenandung ria sambil menikmati jalanan kota seolah merasa tidak bersalah sama sekali.

Film ini juga dapat di jadikan lawan atas film yang di keluarkan pemerintah tentang Pengkhianatan G 30 S/PKI yang mana film tersebut menurun Anwar dapat memupuk kembali semangatnya untuk membunuh para simpatisan PKI.

Anwar yang juga anggota Pemuda Pancasila sewaktu itu sering di tugaskan untuk mengeksekusi orang yang tidak hanya berbau PKI tetapi juga dari etnis tionghoa, cendikiawan, dan seniman.

Dari film ini jelas di tampilkan bagaimana Anwar dan rekannya seolah memang tidak merasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan karena apa yang telah di lakukan mempunyai andil untuk menstabilkan bangsa. Meski seolah tampak tak bersalah, pada akhir film Anwar sempat menangis ketika dia melakoni adegan sebagai seorang korban PKI.

Alfin Fadhilah

Bagikan Artikel ini: