Bagikan Artikel ini:

(SOLIDpress.co, Kampus Terpadu) Rabu, 2 Desember 2015 bertempat di ruang sidang jurusan Teknik Sipil, Koperasi Mahasiswa (KOPMA FTSP FTSP) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) melaksanan serah terima jabatan dan pelantikan kepengurusan KOPMA FTSP periode 2015-2017. Pelantikan ini turut dihadiri lembaga kemahasiswaan baik tingkat fakultas ataupun universitas dan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI). Pengurus yang dilantik berjumlah 23 orang.

Erwin Ketna Wirandani selaku ketua demisioner KOPMA FTSP mengungkapkan masih banyak kendala yang dialami KOPMA FTSP terutama persoalan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kendala KOPMA FTSP periode sebelumnya  persoalan permodalan dan persoaalan SDM, apalagi SDM kami masih perlu pelatihan,” ujar Erwin saat diwawancari seusai pelantikan.

Senada dengan Erwin, Valdy Feri Rahmani selaku ketua KOPMA FTSP periode 2015-2017 mengungkapkan  bahwa kendala lainnya adalah koordinasi.  “Kendala KOPMA FTSP periode lalu adalah koordinasi eksternal maupun internal, tapi yang masih perlu diperbaiki koordinasi internal, karena kami dengan pengurus-pengurus sebelumnya dan DPM masih banyak miss koordinasi,” ujar Valdy ketika diwawancarai didepan ruang sidang  Jurusan Teknik Sipil.

Ketua KOPMA Universitas Islam Indonesia (UII) Faisal Ridha Syarif, berpendapat bahwa kondisi KOPMA FTSP saat ini perlu dikembalikan lagi kepada mahasiswa, sehingga pertanyaan mahasiswa masih butuh atau tidak terhadap KOPMA FTSP bisa terjawab. Menurut Faisal yang merupakan mahasiswa Teknik Mesin 2013 ini,  KOPMA FTSP disini seharusnya ada untuk mewadahi kebutuhan mahasiswa seperti buku, alat tulis dan Merchandise ataupun jas almameter.

Terkait persoalan SDM, ketua KOPMA FTSP terpilih Valdy menambahkan banyak bidang-bidang di KOPMA FTSP yang diisi oleh angkatan 2014. “Dalam bidang-bidang, sekertaris dan bendahara banyak diisi oleh angkatan 2014, supaya regenerasi KOPMA FTSP tetap ada, ”ujar mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan 2013 ini.

Periode ini KOPMA FTSP melakukan gebrakan baru dengan adanya bidang  Technopreneur. Valdy menjelaskan bahwa bidang  Technopreneur itu bergerak dibidang perencanaan dan pengembangan bisnis. “Pengembangan ini  keilmuan di FTSP, kami mengembangkan batako yang telah diproduksi oleh dekanat, ditambah  technoprenuer wadah mahasiswa untuk belajar bussiness plan, karena setiap tahun ada PKM soal bisnis,” ujarnya di ujung wawancara.

Terkait eksistensi KOPMA FTSP sendiri Valdy menambahkan bahwa perlu adanya koordinasi aktif dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPM-F) dan pengurus-pengurus periode sebelumnya. KOPMA FTSP juga akan membuka kembali toko yang sempat vakum, ditambah kegiatan-kegiatan untuk mahasiswa FTSP. Herman Cemper selaku ketua DPM-F berharap KOPMA FTSP lebih sering koordinasi aktif terkait keluhan-keluhan yang ada.

 (Helmy Badar Nahdi)

Bagikan Artikel ini: