Bagikan Artikel ini:

(SOLIDpress.co, Kaliurang) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Fakultas Tenik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Islam Indonesia (FTSP UII) mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dilaksanakan di Hotel Kana, Yogyakarta pada tanggal 12 – 13 November 2015. Kegiatan LDK ini merupakan salah satu program kerja (Proker) dari HMTL dibawahi oleh Departemen PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa Teknik Lingkungan (TL) 2015. Kegiatan bertemakan ‘Pemimpi atau Pemimpin?’ ini dilaksanakan selama dua hari satu malam tersebut diikuti oleh 68 mahasiswa dari yang ditargetkan 183 mahasiswa TL 2015.

Materi mengenai kepemimpinan diberikan kepada mahasiswa TL 2015 melalui berbagai bentuk kegiatan. “Terdapat 4 materi dalam pelaksanaan kegiatan LDK 2015, yaitu kepemimpinan, tipe-tipe kepemimpinan, aksi nyata dari kepemimpinan, dan tidak lupa juga ada korelasinya antara akademis dengan non-akademis,” ujar Ikhwanuttaqwa selaku ketua panitia kegiatan LDK 2015. Acara LDK tersebut juga dibentuk tidak terlalu kaku dan formal. “Kalo bentuk acaranya simple, sebenarnya LDK ini diadakan setelah Ujian Tengah Semester (UTS) dan kita tahu setelah UTS mereka itu pada jenuh. Awalnya acaranya di kampus tapi kita bawa keluar. Soalnya ini ajang refreshing juga buat mereka, ada sisi edukasinya ada sisi refreshingnya juga,” tambahnya ketika diwawancarai di sela-sela kegiatan LDK berlangsung.

Adapun dilaksanakannya kegitan ini bertujuan untuk membuat formulasi pola pengkaderan yang lebih baik dari periode-periode sebelumnya. “Jadi di HMTL sendiri ada program kaderisasi yang kurang lebih satu periode penuh, yang kami fokuskan adalah angkatan 2014 dan 2015. Untuk yang 2014 kami kader untuk menggantikan kami nanti, sedangkan 2015 untuk mempersiapkan mengisi posisi-posisi kami. Jadi di LDK ini kan targetnya angkatan 2015, kenapa kita laksanakan ini agar nantinya ketika dalam mengkader juga mereka sudah punya gambaran. Intinya untuk memudahkan mereka,” jelas Sandy Trisatya Martha, selaku ketua HMTL.

Dalam penyusunan formulasi pola pengkaderan, HMTL menginginkan adanya perubahan yang benar-benar baik dan tepat di tubuh himpunan mahasiswa yang baru didirikan pada awal tahun 2000an tersebut. “Ini jujur ketika saya mengikuti pengkaderan, saya dipaksa untuk mengerti dan saya tahunya hanya mengerjakan ini. Saya tidak tahu kenapa ini harus dikerjakan, ketika riskan apa ini masalahnya. Yang kami mau supaya mereka ini kritis, mereka harus tahu kenapa ini harus dikerjakan, mereka harus tahu dasar mereka melakukan itu,” tambahnya.

Menurutnya, pola-pola lama harusnya mulai ditinggalkan untuk membuat formulasi pola pengkaderan yang baik sesuai visi dan misi dari HMTL. “Makanya kenapa kita memulai dengan membangun pola pikir, kalo kita hanya lari ke teknis (kepanitiaan) mereka nantinya cuman bisa itu-itu saja. Mereka tidak bisa mengembangkan, contohnya dari saya dulu A sampai sekarang tetap A dan adik-adik selanjutnya dapat A. Kalo kita mengembangkan pola pikir, mereka tahu apa salahnya, mereka tahu kenapa ini ada, tujuannya untuk apa, nantinya untuk kedepannya lagi agar tidak terulang seperti sebelum-sebelumnya,” tegas mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2013 tersebut.

Alzena Dea Aliena, salah satu peserta LDK 2015 sangat antusias dengan diadakannya kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel kawasan Kaliurang tersebut. “Kita bisa kumpul dan have fun bareng, kebersamaannya juga dapat. Ilmunya juga yang lebih mengajarkan kita apa itu leadership dan bagaimana penerapannya. Bagus sih untuk kami,” ucap mahasiswi asal Ternate, Maluku Utara tersebut. Dea juga berharap bahwa kegitan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya oleh HMTL UII.

Mengenai jumlah peserta yang belum mencapai target yaitu 68 orang dari jumlah total 183 mahasiswa TL 2015 disebabkannya waktu pelaksanaan kegiatan yang kurang tepat. “Sebenarnya target kita itu satu angkatan mereka yaitu 183 orang. Tapi berhubung waktu libur setelah UTS kan mereka hari Rabu mungkin mereka memanfaatkan masa libur buat pulang, dari kami toleransi walaupun ini buat bekal mereka kedepannya. Yang ikut hanya 68 orang,” jelas Ikhwanuttaqwa, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2014.

Sesuai fungsi dari HMTL itu sendiri secara umum adalah menampung  segala aspirasi anggota mahasiswa Teknik Lingkungan dan mewujudkan aspirasi tersebut. “Mulai dari sini bisa dilihat siapa-siapa saja yang punya potensi. Insya Allah pengkaderan inikan tidak hanya larinya ke organisasi, tapi juga ke akademiknya nanti kita arahin ke PKM, ada mungkin yang ke olahraga atau seni. Insya Allah mereka semua bisa terhimpun meminimalkan mahasiswa-mahasiswa yang apatis lagi,” tutup Sandy.

(Nur Riza Arnas)

Bagikan Artikel ini: