Bagikan Artikel ini:
“Disini negeri kami tempat padi terhampar,”
begitulah bait awal lagu Darah Juang
Negeri kita sungguh makmur, sebenarnya
Negeri kita banyak lahan
Tapi lahan-lahan itu digusur
Para petani dipaksa menjual tanahnya
Oleh siapa?
Oleh para kaum penguasa yang rakus itu
“Dinegeri permai ini berjuta rakyat bersimbah luka”
Et, sebentar. Bukan semua rakyat
Tapi rakyat kecil, rakyat yang belum bisa melawan
Dan rakyat yang sudah melawan
Melawan siapa?
Melawan mereka
Para penggusur lahan rakyat
Para perusak alam Indonesia itu
“Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar”
Dirampas oleh tirani
Dirampas oleh penguasa yang sok berkuasa
Tergusur oleh hukum yang direkayasa
“Bunda relakan darah juang kami, tuk membebaskan rakyat”
Relakan anakmu ini Bunda
Relakan anakmu yang masih kotor ini berjuang
Kaum pemuda harus menjadi motor perubahan Bunda
“Padamu kami berbakti, padamu kami mengabdi”
Rakyat yang memiliki kedaulatan
Pada rakyat Indonesia juga seharusnya kita mengabdi
Bukan pada Penguasa yang sok Berkuasa
(Mufli Muthaher)
Bagikan Artikel ini: