Bagikan Artikel ini:

(SOLIDpress.co, Kampus Terpadu) Faizul Chasanah, seperti yang diberitakan sebelumnya, mengklarifikasi terkait pernyataannya di perkuliahan hari Selasa (13/10). Faizul menegaskan ia tidak pernah menyatakan mahasiswa yang mengikuti PIKSI 2015 akan diberinya nilai nol. Menurutnya, ia tidak memiliki hak untuk menyatakan hal seperti itu. “Ya saya sampaikan kalau kalian memilih untuk PIKSI silahkan itu hak kalian yang penting saya tetap masuk kuliah,” tegasnya. Ia melanjutkan, yang dimaksudnya nol adalah presensi di hari itu dan bukan nilai mata kuliah yang bersangkutan. “Kalau kalian tidak hadir ya presensi kalian nol. Saya tidak menyampaikan mendapat nilai nol,” jelasnya.

Faizul juga menjelaskan, sebelumnya ia bersedia menyediakan hari pengganti kuliah di hari Jumat, namun setelah mengonfirmasi ke program studi (prodi), ternyata belum ada izin dari prodi. “Ternyata setelah konfirm ke prodi ngga boleh, akhirnya saya taat sama peraturan, akhirnya saya tetap berangkat (kuliah-red).”

Terkait izin dari prodi, Miftahul Fauziah selaku Ketua Prodi (Kaprodi) Teknik Sipil menjelaskan panitia PIKSI 2015 memang belum mengantongi izin dari prodi hingga menjelang keberangkatan di hari Kamis malam (15/10). Hal ini karena prodi menginginkan kegiatan PIKSI 2015 tidak mengganggu aktivitas perkuliahan. “Ya karena sudah disepakati dari awal kita kan tidak ingin menabrakkan (PIKSI dan kuliah-red).”

Sebelum audiensi terakhir menjelang Hari-H, pertemuan antara jurusan dan panitia yang sudah dijadwalkan gagal karena absennya pihak panitia. Atika Ulfah Jamal mengungkapkan, audiensi yang seharusnya beberapa kali diadakan batal. “Setelah audiensi pertama memang tidak ada lagi audiensi sampai mendekati hari h. Padahal dari kami (prodi-red) sudah menunggu. Udah beberapa kali memang ketua kosemanya ngontak minta ketemu. Setelah kita tunggu 3 atau 4 kali tidak datang.” Menanggapi pernyataan ini, Muhammad Syafiq Dhiya’ulhaq, ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) mengakui audiensi yang beberapa kali diagendakan gagal terlaksana. Ia menilai, salah satunya penyebabnya adalah pihak HMTS dan panitia yang bersikeras mengadakan PIKSI 2015 sesuai dengan jadwal yang telah dirancang. Selain itu, Syafiq juga mengakui kurangnya kontrol dari HMTS terhadap panitia sehingga permasalahan izin baru diketahui beberapa hari menjelang hari-H. “Akhirnya dari himpunan merancang (solusi-red) dan maju sendiri,” jelasnya.

Sebagai solusi atas hal ini, terjadilah kesepakatan di audiensi terakhir seperti yang dijelaskan Atika. “Kemarin ada win-win solution. Dari panitia membagi keberangkatan menjadi tiga. Dari prodi mengeluarkan himbauan kepada mahasiswa mengikuti PIKSI dengan keberangkatan 3 kloter,” jelasnya saat ditemui di ruang jurusan Teknik Sipil.

Ke depannya, Syafiq menginginkan agenda PIKSI sudah terancang dengan baik sejak awal agar bisa segera dikoordinasikan dengan jurusan. “Ya harapanku sih, hubungan HMTS dan jurusan baik,” tutupnya.

(Sofiati Mukrimah)

Reporter: Helmy Badar Nahdi, Nur Riza Arnas

 

Bagikan Artikel ini: