Bagikan Artikel ini:

 

Surat edaran dari Wakil Dekan terkait kegiatan makrab (Foto: Helmy Badar Nahdi)

Surat edaran dari Wakil Dekan terkait kegiatan makrab (Foto: Helmy Badar Nahdi)

(SOLIDpress.co, Kampus Terpadu) Tepat tanggal 1 oktober 2015 Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Uiniversitas Islam Indonesia (UII) mengeluarkan Surat No. 746/WADEK/20/FTSP/X/2015. Surat  yang ditujukan kepada ketua kelembagaan mahasiswa ini berisi tentang tidak diperkenankannya kegiatan mahasiswa terutama malam keakraban (Makrab) Pekan Ilmiah dan Keakraban Sipil (PIKSI), Lintas Lingkungan (LILIN), dan Forum Komunikasi Arsitek (FKA) untuk melaksanakan kegiatan di hari perkuliahan. Ketatnya kegiatan perkuliahan menjadi latar belakang utama surat ini dikeluarkan, seperti yang diungkapkan Widodo Brontowiyono selaku dekan FTSP UII saat diwawancarai di ruangannya. “Tetapi intinya bahwa schedule kegiatan kita (perkuliahan) sudah sangat luar biasa padat, sehingga sulit sekali mencari hari libur.”

Dalam surat tersebut berisi 3 poin kegiatan yang tidak boleh diganggu dengan kegiataan makrab. Yang pertama adalah kegiatan perkuliahan dan asistensi praktikum, yang kedua Asistensi Agama Islam (AAI), dan Latihan Kepemimpinan Dasar Islam (LKID).

Menanggapi surat yang dikeluarkan oleh wakil dekan tersebut Rae Fatullah selaku ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FTSP mengatakan tidak setuju dengan latar belakang munculnya surat edaran tersebut.  “Menurut kami tiga-tiganya tidak pas. Kalau Asistensi Agama Islam (AAI) itu tergantung asistennya. Sedangkan perkuliahan itu tergantung jurusan masing-masing. Jika jurusan masing-masing mengijinkan, kami bisa menggunakan hari kuliah. Dan untuk Latihan Kepemimpinan Dasar Islam (LKID) pun jadwal makrab ini tidak ada yang berbenturan dengan LKID. Jadi alasannya kurang pas,” ujar Rae Fatullah yang diwawancarai di ruangan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLID.

Terkait 3 latar belakang yang berada dalam surat edaran tersebut Widodo mengatakan telah mengikuti kurikulum dan jadwal dari universitas. “Masalahnya begini, ada kurikuler seperti kuliah biasa dan kokurikuler seperti kegiatan LKID.” Terkait penjelasan kokurikuler sendiri widodo menambahkan bahwa kokurikuler adalah kurikulum diluar mata kuliah wajib terstruktur akan tetapi wajib diikuti seluruh mahasiswa.

Herman Cemper selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTSP UII mengungkapkan keberatan akan adanya surat edaran ini. “Jujur saya agak keberatan. Saat itu ketika kami konfirmasi bentuknya surat apa, wakil dekan menjelaskan ini surat kewajiban,” ungkap ketua DPM yang berambut gondrong ini. Kekecewaan Herman Cemper bertambah, hal itu dikarenakan lembaga kemahasiswaan tidak diajak berdiskusi sebelum penerbitan surat itu. “Dan yang saya sedihkan, kenapa dari kami dari pihak lembaga mahasiswa, khususnya DPM F, tidak diikutsertakan dalam pembuatan surat?”

Herman juga membandingkan persoalan ini dengan dosen yang sewaktu-sewaktu bisa mengganti kuliah. “Saya rasa kita ngotot-ngototan demi waktu satu hari yang kalau dosen bisa seenaknya enggak masuk. Sedih aja sih rasanya enggak adil.“

Terkait persoalan ini Herman berharap dapat berkoordinasi aktif bersama pihak dekanat. “Saya ingin tahun depan disediakan  waktu 1-2 hari untuk 3 jurusan ini mengadakan makrab. Di luar kegiatan  makrab, kita tidak mengganggu jam kuliah.” pungkasnya di akhir wawancara.

Terkait kelanjutan polemik antara lembaga kemahasiswaan dan pihak dekanat rencananya akan diadakan audiensi untuk memperjelas persoalan tersebut. “Nanti akan diadakan diskusi lagi dengan mahasiswa, di sana akan ada pertemuan antara prodi dengan lembaga mahasiswa (Himpunan Mahasiwa-red) karena HM merasa boleh kok kemarin,” ungkap Widodo yang juga dosen jurusan Teknik Lingkungan. Widodo juga menambahkan bahwa hasil dari audisiensi nantinya juga akan ditinjau kembali. “Kalau prodi membolehkan ya kita lihat lagi, sekarang kita berbasis pada manajemen formal yang ada dan itu sudah sangat berat sekali untuk mencari pengganti kuliah selain hari Sabtu dan Minggu.“

(Helmy Badar Nahdi)

Bagikan Artikel ini: