Bagikan Artikel ini:
IMG_53n60

sumpah jabatan DPM UII Periode 2015/2016 (Foto: Alfin Fadhilah)

SOLIDpress.co, Kampus Terpadu – Pelantikan dan serah terima jabatan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) tingkat universitas telah usai digelar pada Rabu malam, 30 September 2015. Acara yang diselenggarakan di auditorium KH. Abd. Kahar Muzakir ini juga merangkap sebagai acara peringatan milad Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII) ke-65 yang jatuh pada tanggal 21 September kemarin. Acara tersebut menandakan estafet perjuangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang telah dibangun sejak tahun 40-an terus berlanjut.

Dalam sambutannya, M. Redho Teguh ketua DPM UII demisioner periode 2014-2015 berkali-kali menyampaikan untuk senantiasa menjaga identitas kampus perjuangan yang sudah disandang UII semenjak universitas ini dibangun. “kita perlu mempertegas arah perjuangan kita, karena jika tidak ada perjuangan lagi di kampus ini sebaiknya kita coret saja identitas kampus perjuangan karena tidak sesuai lagi,” tegas M. Redho Teguh berapi-api.

Dalam pidatonya yang lain demisioner DPM UII tersebut juga menyatakan pentingnya menjadi mahasiswa Ulil Albab sehingga bisa membentuk mahasiswa yang berintegritas. Isu-isu lain yang berada di luar ruang lingkup universitas pun juga tak lepas dari sambutannya tersebut. Isu-isu yang disinggung di antaranya pembunuhan aktivis, sengketa lahan yag berada di Urut Sewu, maupun melemahnya nilai rupiah. Menurutnya, hal-hal demikian haruslah menjadi tanggung jawab bersama,”Kita perlu meredefinisi arti perjuangan kembali”, ajak M. Redho.

Senada dengan ketua DPM UII demisioner, Ketua DPM UII periode 2015/2016 pun mempunyai misi yang sama. Menurut Aldhi Setyawan, ketua DPM UII periode 2015/2016,, hal yang disampaikan oleh M. Redho Teguh adalah hal yang memang perlu untuk diperjuangkan. Selain itu, hal tersebut juga bisa dibilang sebagai amanah yang harus dipegang dari pendahulunya. “Bicara mengenai pelantikan dan regenerasi berarti juga membicarakan tentang amanah,”  terang Aldhi.

Adapun hal yang kemudian ditekankan oleh Aldhi sendiri adalah perlunya bangkit dalam persatuan. “Kita perlu perlu bergerak secara menyatu, bukan secara parsial. Karena itu kita perlu apa yang dinamakan dengan semangat persatuan. Kita harus bangkit dengan persatuan. KM UII harus bersatu,” harap Aldhi Setyawan dalam pidatonya.

(Suko Prayitno)

Bagikan Artikel ini: