Bagikan Artikel ini:

to_kill_a_mockingbird

 

Judul: To Kill A Mockingbird

Sutradara: Rubert Mulligan

Produser: Rubert Mulligan, Alan J. Pakula

Skenario: Horton Foote

Narator: Kim Stanley

Pemain: Gregory Peck, Mary Badham, Phillip Alford

 

Film To Kill A Mocking Bird adalah film yang diadaptasi dari novel dengan berjudul sama karya Harper Lee. Film yang berdurasi 128 menit ini, berlatar  tahun 1936 di Amerika Serikat, di mana saat itu masih banyak diskriminasi terhadap kulit hitam. Film ini menceritakan Atticus Finch sebagai pengacara di kota kecil Maycomb, Alamaba, Amerika serikat. Atticus memiliki 2 orang anak, Jem Finch dan Jean Louis Finch (Scout). Sejak kecil Jem dan Scout sudah ditinggal oleh ibunya, sehingga dia diasuh oleh Calpurinia yang merupakan seorang negro. Calpurinia juga berperan sebagai pengganti “ibu” bagi mereka berdua dengan mengajarkan tata krama.

Sedikit berbeda dengan versi novelnya yang mengambil sudut pandang dua kakak beradik  Jem Finch  (anak pertama laki-laki) dan Scout Finch (anak kedua perempuan), film ini mengambil sudut pandang dari ayah mereka. Di kota mereka tinggal, terdapat kebijakan segresi yang merupakan kebijakan pemisahan antara kulit hitam dan putih dalam fasilitas dan pelayan publik seperti pendidikan,kesehatan, perumahan dan pekerjaan. Meski begitu, tidak menjadi alasan bagi Atticus untuk mendidik anaknya untuk membenci orang kulit hitam.

Suatu ketika pemuda kulit hitam Tom Robinson dituduh melakukan pemerkosaan terhadap perempuan kulit putih bernama Mayella Ewel. Kasus Tom Robinson yang ditangani oleh Attius Finch ini menjadi tantangan yang luar biasa baginya. Warga kota Maycomb pun memanggilya “nigger lovers” . Fakta-fakta di pengadilan menujukkan Tom Robinson tidak bersalah namun tetap tidak membuat sidangnya selesai. Mata warga Maycomb pun sudah tertutup oleh warna kulit. Di akhir persidangan, Atticus berkata,“Asumsi yang timbul bahwa semua orang negro adalah pembohong, semua negro tidak bisa diperaya, semua negro tidak bisa dipercaya jika di sekitar wanita.”

Meskipun film ini masih bergambar hitam putih namun tidak mengurangi esensi dari ceritanya. Film yang diproduksi tahun 1960 ini berhasil menduduki peringkat ke-25 dalam daftar film terbaik Amerika sepanjang sejarah versi AFI’s 100 Years. Meskipun tidak semua bagian novel diadaptasi ke film ini akan tetapi sutradara Robert Mulligan berhasil menegaskan inti dari novelnya.

Setidaknya banyak hal yang dapat kita ambil dari Jem dan Scout Finch, di mana pada saat usia mereka yang masih muda mereka sudah berhasil hidup dalam keberagaman. Berbeda dengan orang-orang dewasa pada saat itu. Sudah selayaknya kita perlu belajar dari mereka berdua. Ada benarnya apa yang coba disampaikan di akhir film ini. “Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau meyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.” Terkadang kita terlalu dibutakan oleh warna kulit, agama, dan suku sampai kita lupa akan kebenaran.

(Helmy Badar Nahdi)

Bagikan Artikel ini: