Bagikan Artikel ini:
PMII UII saat Kuliah Perdana. (Foto: Iqbal Ramadhan)

PMII UII saat Kuliah Perdana. (Foto: Iqbal Ramadhan)

SOLIDpress.co, Kampus Terpadu UII – Wahyudin Afrizal selaku Ketua Koordinator Komisariat HMI MPO UII menceritakan organisasinya tidak mengalami kesulitan menjaring kader saat kuliah perdana-salah satu rangkaian kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). ”Terkait perizinan untuk kami di sini, saya rasa tidak ada izin, langsung saja tadi datang, tapi enggak tahu kalau teman-teman eksternal lain,” ujar Wahyu. Samsul Ariski selaku Ketua PMII Komisariat Wahid Hasyim UII sendiri berpendapat serupa. ”Sejauh ini tidak ada kesulitan, kami sepertinya sudah diberikan ruang.” Tetapi, Samsul mengakui bahwa regulasi atas kehadiran eksternal dalam kuliah perdana ini memang belum jelas. “Kita menunggu sejak beberapa hari terakhir ini apa ada himbauan ke eksternal atau tidak, tapi sampai sekarang tidak ada surat pemberitahuan dari internal kemahasiswaan maupun rektorat sendiri.”

Biasasanya memang, menurut Samsul, dalam beberapa tahun ini PMII selalu dihimbau terkait keterlibatan eksternal dalam kegiatan OSPEK (Kuliah perdana, Pesona Ta’aruf dan Pekan Ta’ruf). Seperti saat kegiatan OSPEK tahun 2013, DPM UII periode 2013/2014 mengeluarkan surat No: 39/B/Sek/DPMU/UII/VII/2013. Isi surat itu menyatakan bahwa H-7 sampai H+7 organisasi eksternal dilarang mengajukan izin pemasangan spanduk dan hal yang bisa disamakan dengan itu di dalam kampus.

LPM SOLID FTSP UII dalam buletin Landscape Edisi Khusus Pesta 2014, sempat mengangkat soal organisasi eksternal kampus yang hadir saat kuliah perdana. (Baca: Landscape Edisi Khusus Pesta 2014)

Aldhi Setyawan sendiri, selaku Ketua DPM UII, mengatakan bahwa memang sampai saat ini belum ada peraturan terkait keterlibatan eksternal dalam kuliah perdana maupun OSPEK nantinya. Terkait hal ini, sebenarnya DPM U sudah akan membuat peraturan terkait keterlibatan eksternal dalam agenda internal kampus tersebut.”Ada miss komunikasi dengan komisi 2 DPM UII. Tadi malam (13/08) rapat koordinasi, tetapi untuk mengeluarkan peraturan juga susah, karena DPM UII tidak kuorum,” ujar Aldhi. Hal itu diakui Arifin Nursyamsi selaku Ketua Komisi Internal DPM UII, “Dari internal DPM U sendiri sebenarnya memang kurang koordinasi, terkendala pada teman-teman yang sedang ikut KKN,” ujar Arifin.

Melihat hal ini, Anjar Juniarwoko Raharjo selaku Sekertaris Jenderal DPM UII Periode 2013/2014 berpendapat bahwa seharusnya DPM UII periode ini bisa berkoordinasi dengan maksimal terkait hal tersebut. Anjar bercerita bahwa pada saat periode 2013/2014, DPM UII sempat membuat regulasi yang menyatakan organisasi eksternal mahasiswa dilarang mengajukan izin pemasangan spanduk dan hal yang bisa disamakan dengan itu didalam kampus. “Kampus UII steril dari organisasi eksternal,” katanya.

Bahkan, lanjut Anjar, saat periodenya berlangsung, sebelum mengeluarkan surat itu, DPM UII sudah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak organisasi eksternal. “Organisasi eksternal harus diakomodir agar hubungan tetap baik,” jelas mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini.

Munculnya regulasi, menurut Anjar, karena saat itu ada 3 agenda besar internal kemahasiswaan UII yaitu Kuliah Perdana, Pesona Ta’aruf dan Pekan Ta’aruf, yang semuanya berdekatan harinya. Saat itu, lanjut Anjar, DPM UII memang ingin mengantisipasi agar 3 agenda besar itu tidak terganggu oleh organisasi eksternal. “Kita ingin semuanya khusyuk, sama seperti kita ingin sholat, tidak ingin diganggu,” ujar Anjar.

Soal regulasi terkait organisasi eksternal dalam OSPEK tahun ini yang belum diatur, Aldhi menyampaikan bahwa DPM UII akan berkoordinasi kembali untuk membahas perihal itu. “Ya nanti saya akan berkoordinasi soal itu, komisi 2 DPM UII terutama,” jawab Aldhi.

Saat proses Kuliah Perdana kemarin (14/08) berlangsung memang terlihat beberapa organisasi eksternal mahasiswa mengibarkan bendera dan atribut-atribut mereka di depan Auditorium Kahar Muzakir UII. Sejauh pantauan SOLID, organisasi eksternal mahasiswa itu terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI)- HMI MPO maupun HMI DIPO-, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Wahyudin Afrizal, selaku Ketua Koordinator Komisariat HMI MPO UII, mengatakan bahwa tujuan dari HMI ada ketika berlangsungnya Kuliah Perdana itu untuk menyambut mahasiswa dan memberikan informasi kepada mahasiwa bahwa organisasi pergerakan mahasiswa berwatak islamis itu ada di kampus UII. “Alasan sederhananya itu,” ujar mahasiswa yang biasa dipanggil Wahyu ini. Ia mengaku mereka sudah datang dari awal sebelum kuliah perdana dimulai dan telah membagikan brosur-brosur kepada mahasiswa baru.

Serupa dengan Wahyu, Samsul  mengatakan PMII hadir untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru soal PMII. Pun, lanjut Samsul, agar mahasiswa baru bisa mengetahui dan menyadari bahwa di level mahasiswa mereka sudah harus berorganisasi. “Apalagi organisasi pergerakan,” ucap Samsul. Menurut Samsul itu semua karena melihat realitas hari ini organisasi pergerakan mahasiswa sudah mulai luntur dan harus digerakkan kembali.

Begitu juga dengan KAMMI. Husnah selaku Ketua KAMMI UII menjelaskan  hadirnya KAMMI dalam kuliah perdana ini adalah untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru serta sebagai ajang kaderisasi KAMMI. “Kami ingin berkontribusi menyambut mahasiswa dan mahasiswi baru,” kata Husnah.

(Mufli Mutaher)

Bagikan Artikel ini: